Produk Pangan Pakai Pewarna Industri

Kamis, 17 September 2015 - 10:14 WIB
Produk Pangan Pakai...
Produk Pangan Pakai Pewarna Industri
A A A
KULONPROGO - Bahan pewarna industri ternyata masih disalahgunakan sebagai pewarna makanan oleh oknum produsen makanan yang beroperasi di Kabupaten Kulonprogo.

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan Dinas Per in - dustrian Perdagangan dan Ener gi Sumber Daya Mineral (Dis perindag dan ESDM) Ku - lonprogo bersama Balai Besar Pe ngawasan Obat dan Ma kan - an (BBPOM) DIY menemukan kue bolumprit dan camilan lan - ting yang masih menggunakan pe warna industri.

“Masih ada se bagian yang menggunakan pe warna industri. Tadi ada lan - ting dan bolumprit,” kata Staf Bi dang Pemeriksaan dan Pe nyi - dik an BBPOM DIY Sri Yuniati, kemarin. Sidak dan pengawasan ini di - la kukan di Pasar Wates dan be be - rapa kios di seputaran pasar. Pe - tugas juga melakukan pan tau an di lokasi pembuatan ke ru puk ikan tenggiri di Cekelan, Ka - rangsari, Pengasih, dan UD Ha ni Sentolo.

Atas temuan ini, pe da - gang diminta untuk me mus nah - kan dengan menanda ta ngani surat pernyataan. “Makanan itu da ri Purworejo, Jawa Te ngah, dan Magelang,” kata nya. Dalam pantauan ini, dinas juga menyarankan agar dalam proses pengemasan menggunakan sarung tangan.

Cara itu lebih higienis dan tidak bersentuhan dengan manusia. Kasi Metrologi dan Perlin - dung an Konsumen Dispe rin - dag dan ESDM Kulonprogo Sung ko no menuturkan, pan - tau an ini lebih kepada upaya pem binaan. Mereka hanya me - me rikan surat teguran dan ti - dak melakukan penyitaan.

Na - mun pedagang diminta untuk me musnahkan agar tidak me - ru gikan konsumen. “Biasanya yang kami awasi pada masa ke - daluwarsa dan kemasan, ini le - bih pada proses pengemasan dan penggunaan bahan pewarna,” katanya. Perajin kerupuk tenggiri, Pai man mengatakan, usaha anak nya dalam pembuatan ke - ru puk ini sudah berjalan lebih da ri empat tahun.

Kerupuk pro - duk sinya juga sudah dipasarkan ke sejumlah supermarket dan pu sat oleh-oleh di Yogyakarta ser ta Jawa Tengah. Mulai dari kerupuk tenggiri, rengginang, wader crispy, hingga beberapa jenis tepung. “Kami tidak gunakan pewarna industri. Kami juga terus diawasi oleh dinas,” ujarnya.

Kuntadi
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
7 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
8 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
8 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
9 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
9 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
10 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved