Jateng Siapkan Kantor Samsat di Kecamatan

Selasa, 15 September 2015 - 11:21 WIB
Jateng Siapkan Kantor...
Jateng Siapkan Kantor Samsat di Kecamatan
A A A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana memperluas pelayanan sistem administrasi manunggal satu atap (Samsat) hingga ke tingkat kecamatan. Uji coba akan dilakukan bertahap di enam daerah pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jawa Tengah Hendri Santosa mengatakan ada enam daerah di Jateng yang menjadi pilot project pelayanan Samsat di kecamatan. “Di antaranya Brebes, Grobogan, dan Rembang,” ucapnya kemarin. Program pelayanan Samsat di kecamatan diharapkan mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

Selain itu, juga untuk mengurangi jumlah tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jateng yang mencapai Rp1,3 triliun untuk periode 2000-2015. DPPAD kini sedang menjajaki kesepakatan dengan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Jasa Raharja, dan 35 pemerintah kabupaten/ kota se-Jateng.

Kantor Samsat di tingkat kecamatan itu akan menjadi bagian dari pelayanan terpadu. Selain bisa digunakan untuk membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) serta mengurus izin mendirikan bangunan (IMB), masyarakat juga bisa membayar pajak kendaraan bermotor di kantor kecamatan. “Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kabupaten atau kota,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, konsep Kantor Samsat di kecamatan nanti ada yang menggunakan sistem online dan offline , tergantung kesiapan sarana dan prasarana yang ada. “Sistem yang online akan terus kita kembangkan sampai ke semua daerah,” katanya.

Ganjar berharap rencana terkait dengan pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut dapat direalisasikan secepatnya. Anggota Komisi C DPRD Jateng M Ridwan mendukung program tersebut asalkan belanja sarana dan prasarananya tidak membengkak. “Karena saat ini kondisi ekonominya sedang tidak baik sehingga harus tahu kondisi lapangan,” tandasnya.

Jika Kantor Samsat yang didirikan di kecamatan secara permanen maka dipastikan membutuhkan biaya cukup besar karena di Jateng ada 573 kecamatan. “Kami akan melakukan pengkajian dahulu kirakira efektif atau tidak, program ini butuh kajian komprehensif, tidak serta-merta membuat program, nanti kalau tidak efektif bisa mangkrak,” ujar Ridwan. Politikus PDIP ini menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang DPPAD Jawa Tengah untuk mengevaluasi kinerja mereka.

Amin fauzi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
3 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved