Belum Ada Tersangka Tewasnya 2 Pekerja RSJD Semarang
Senin, 14 September 2015 - 23:47 WIB
Belum Ada Tersangka Tewasnya 2 Pekerja RSJD Semarang
A
A
A
SEMARANG - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Semarang belum menetapkan tersangka di balik insiden tewasnya dua pekerja yang tertimpa paku bumi saat crane oleng.
Insiden itu terjadi di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo, Jalan Brigjen Sudiarto, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
“Belum ada penetapan tersangka, statusnya masih saksi–saksi,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, kepada wartawan, Senin (14/9/2015).
Pemeriksaan saksi–saksi itu termasuk dari pelaksana proyek hingga sopir crane sendiri. Sopir crane diketahui bernama Mukmin (35), warga Curuh Pangkah, Kabupaten Tegal.
“SIM-nya juga ada, artinya sudah ada sertifikasi (bisa mengemudikan alat berat). Kami masih dalami,” tambahnya.
Seperti diketahui, insiden itu terjadi pada Kamis 10 September 2015. Saat itu, sedang dilakukan pembangunan Gedung Pelayanan Komprehensif RSJD milik Pemprov Jawa Tengah.
Saat memindahkan paku bumi ke-5, crane tiba–tiba oleng. Paku bumi akhirnya jatuh menghantam bedeng. Saat itu, ada tiga pekerja sedang tidur di sana.
Dua korban tewas bernama Suramin (55), warga Singorojo, Kabupaten Kendal, dan Heri (25), warga Desa Kaliwungu, Kabupaten Temanggung. Sedang satu pekerja lagi yang bernama Agus (40), mengalami luka–luka.
Sebelumnya, Kepala Unit Reskrim Polsek Pedurungan AKP Bahrain menyebut, berdasar pemeriksaan sementara crane terbalik karena tanah yang menjadi pijakannya tidak kuat.
Berdasarkan keterangan di papan informasi proyek, pembangunan RSJD milik Provinsi Jawa Tengah itu merupakan tahap 1.
Proyeknya didanai APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 dengan nilai kontrak Rp10.195.738.000.
Tanggal kontrak 24 Juli 2015 penyelesaian 25 Desember 2015 dengan jangka waktu 150 hari kalender. Konsultan perencana adalah CV Prima Desain, manajemen konstruksi PT Widha Konsultan, dan kontraktor pelaksana adalah PT Sinar Cerah Sempurna.
Insiden itu terjadi di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo, Jalan Brigjen Sudiarto, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
“Belum ada penetapan tersangka, statusnya masih saksi–saksi,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto, kepada wartawan, Senin (14/9/2015).
Pemeriksaan saksi–saksi itu termasuk dari pelaksana proyek hingga sopir crane sendiri. Sopir crane diketahui bernama Mukmin (35), warga Curuh Pangkah, Kabupaten Tegal.
“SIM-nya juga ada, artinya sudah ada sertifikasi (bisa mengemudikan alat berat). Kami masih dalami,” tambahnya.
Seperti diketahui, insiden itu terjadi pada Kamis 10 September 2015. Saat itu, sedang dilakukan pembangunan Gedung Pelayanan Komprehensif RSJD milik Pemprov Jawa Tengah.
Saat memindahkan paku bumi ke-5, crane tiba–tiba oleng. Paku bumi akhirnya jatuh menghantam bedeng. Saat itu, ada tiga pekerja sedang tidur di sana.
Dua korban tewas bernama Suramin (55), warga Singorojo, Kabupaten Kendal, dan Heri (25), warga Desa Kaliwungu, Kabupaten Temanggung. Sedang satu pekerja lagi yang bernama Agus (40), mengalami luka–luka.
Sebelumnya, Kepala Unit Reskrim Polsek Pedurungan AKP Bahrain menyebut, berdasar pemeriksaan sementara crane terbalik karena tanah yang menjadi pijakannya tidak kuat.
Berdasarkan keterangan di papan informasi proyek, pembangunan RSJD milik Provinsi Jawa Tengah itu merupakan tahap 1.
Proyeknya didanai APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 dengan nilai kontrak Rp10.195.738.000.
Tanggal kontrak 24 Juli 2015 penyelesaian 25 Desember 2015 dengan jangka waktu 150 hari kalender. Konsultan perencana adalah CV Prima Desain, manajemen konstruksi PT Widha Konsultan, dan kontraktor pelaksana adalah PT Sinar Cerah Sempurna.
(san)