Perumahan Bersubsidi Masih Sulit Berkembang

Jum'at, 11 September 2015 - 10:44 WIB
Perumahan Bersubsidi...
Perumahan Bersubsidi Masih Sulit Berkembang
A A A
SEMARANG - Kalangan pengembang di Jawa Tengah menyambut positif dikeluarkannya paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Jokowi, khususnya untuk percepatan pembangunan rumah sederhana.

Namun, mereka tidak terlalu optimistis percepatan investasi di bidang properti ini akan mampu berjalan dengan baik, selama nilai tukar rupiah terhadap dolar masih tetap melemah. Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat mengatakan, terus melemahnya nilai tukar rupiah membuat para pengembang waswas. “Karena itu, kami berharap pemerintah mampu memperkuat stabilitas rupiah supaya para pengusaha merasa aman,” katanya.

Khusus perumahan bersubsidi, Dibyamengaku, saat inipara pengembang mendapatkan angin segar. Pasalnya, harga jual rumah bersubsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP) mengalami kenaikan dari Rp110 juta menjadi Rp118 juta. Hanya, kata dia, meskipun ada kenaikan harga jual, belum tentu pengembang perumahan sederhana mau melakukan pembangunan.

Dibya menyatakan, sebelumnya banyak pengembang perumahan FLPP yang beralih ke perumahan menengah karena memang harganya lebih kompetitif. Dengan adanya kenaikan harga tersebut, masih belum bisa dipastikan apakah para pengembang yang sebelumnya beralih mau kembali membangun perumahan bersubsidi atau tidak.

“Kenaikan batas harga jual dinaikkan supaya ada percepatan pembangunan, tetapi masalahnya para pengembang mau tidak?” ucapnya. Dia mengakui, market FLPP sangatlah besar hampir di semua daerah, khususnya daerah-daerah yang industrinya mulai berkembang, seperti Boyolali, Cilacap, dan daerah lainnya.

Wakil Ketua REI Bidang perumahan rakyat Andi Kurniawan menambahkan, pembangunan rumah FLPP di wilayah Jateng hingga semester pertama tahun ini masih jauh dari harapan. Dia mengaku, pembangunan perumahan rakyat memiliki banyak kendala. Selain faktor terus meningkatnya harga tanah, juga adanya regulasi yang tidak mendukung adanya pembangunan perumahan bersubsidi.

“REI pernah mengajukan kajian, daerah-daerah untuk membuat satu daerah baru atau kota satelit, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak jalan karena tidak adanya tanggapan serius dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Andik sismanto
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
4 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
10 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
12 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
13 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
13 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved