Kemarau, Warga Kaliurang Khawatirkan Serangan Anjing Liar

Kamis, 10 September 2015 - 20:59 WIB
Kemarau, Warga Kaliurang...
Kemarau, Warga Kaliurang Khawatirkan Serangan Anjing Liar
A A A
SLEMAN - Warga di Kawasan Kaliurang, Kabupaten Sleman pada musim kemarau ini mengkhawatirkan serangan anjing liar. Karena diprediksi satwa tersebut akan turun gunung mencari sumber air yang masih ada. Ini menjadi ancaman, terutama kehidupan kijang yang dikhawatirkan menjadi sasaran serangan anjing liar.

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dhany Suryawan, mengatakan memang beberapa minggu terakhir ini pihaknya masih belum menerima laporan adanya satwa yang mulai turun mencari minum. "Biasanya memang saat kemarau, ada satwa yang turun," kata dia, Kamis (10/9/2015).

Satwa yang turun tersebut, seperti monyet ekor panjang serta kijang. Yang memang paling banyak ditemukan habitatnya di lereng selatan Merapi. "Untuk monyet ekor panjang, jumlahnya sekitar 130 sampai 150 ekor," katanya.

Ketika turun, satwa-satwa tersebut bisa sampai ke air terjun Tlogo Putri, di kawasan Kaliurang. "Itu pun kalau sudah kepepet (terdesak) kesulitan air," katanya.

Dia pun mengaku, ancaman yang dikhawatirkannya bukan dari manusia. Namun, serangan-serangan anjing liar yang pernah dialami sekitar empat bulan lalu.

"Lebih khawatir diganggu anjing liar dari pada manusia. Anjing-anjing liar itu dulunya milik penduduk. Tapi saat mengungsi, karena masa erupsi Merapi 2010 lalu, jadi liar karena tidak dibawa ke tempat yang aman," katanya.

Padahal, keberadaan satwa kijang tersebut perannya cukup penting untuk menjaga piramida makanan yang ada di hutan taman nasional. Hewan herbivora itu salah satunya sebagai mangsa predator, seperti macan tutul.

"Air itu tetap ada di kawasan Kaliurang, walaupun kemarau. Tapi memang persaingan untuk mendapatkannya semakin ketat. Herbivora, seperti kijang ini kan penting untuk menjaga piramida makanan yang ada di hutan. Kalau misal anjing liar itu memanfaatkan situasi ini dengan datang ke sumber air, kijang bisa diterkam. Tapi biar lah berproses alami," ujarnya.

Terpisah, Koordinator Search And Rescue (SAR) Linmas Kaliurang, Kiswanta, mengatakan cadangan air di sekitar Kaliurang yang biasa dimanfaatkan oleh satwa liar, menurutnya tetap ada. "Cadangan air di atas, sedikit-sedikit masih ada," katanya.

Serangan anjing liar terhadap kijang pun, menurutnya saat ini sudah tidak terlalu besar ancamannya. Setelah sebelumnya, satu ekor anjing liar berhasil ditembak. "Kemungkinan, yang berhasil diamankan itu anjing yang paling besar," timpalnya.
(sms)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
Pentingnya Komitmen...
Pentingnya Komitmen Menjaga Satwa Liar demi Kelestarian Lingkungan
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
23 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
10 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved