ABG Dibunuh dan Dikubur di Kompleks Waduk Jatibarang

Senin, 07 September 2015 - 20:56 WIB
ABG Dibunuh dan Dikubur...
ABG Dibunuh dan Dikubur di Kompleks Waduk Jatibarang
A A A
SEMARANG - Sekar Maharani (13) seorang anak baru gede (ABG) yang menjadi korban penculikan diduga dibunuh dan mayatnya dikubur di Kompleks Waduk Jatibarang, Semarang.

Tim gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polres Kendal dan Polsek Gunungpati Semarang melakukan pencarian lokasi penguburan jenazah ABG diduga korban pembunuhan tersebut, Senin (7/9/2015).

Pencarian dimulai sekira pukul 09.00 WIB di Kawasan Waduk Jatibarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Tim yang terlibat dari Polda Jawa Tengah mulai dari anggota Sub Direktorat I Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum), Seksi Olah TKP dan Identifikasi Polda Jawa Tengah hingga Sub Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokpol) termasuk anggota Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polda Jawa Tengah.

Informasi yang dihimpun, kegiatan itu berkaitan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut ditangani Polres Kendal.

Korban diculik di Kendal, dibunuh di Purwodadi, Kabupaten Grobogan dan dikubur di kawasan Jatibarang ini, pada 10 Agustus 2015 lalu.

“Tersangkanya orang Singorojo, Kabupaten Kendal, ditangkap di Kalimantan,” ungkap seorang petugas yang menolak disebut identitasnya.

Untuk kasus ini, total ada tiga tersangka. Namun, baru satu yang ditangkap. Pantauan di lokasi, satu pemuda tersangka kasus itu dengan keadaan terborgol diminta menunjukkan lokasi.

Pemuda itu tampak kebingungan menunjukkan lokasi di mana diduga korbannya dikuburkan.

Lebih dari tiga kali, dia menunjukkan titik – titik diduga jenazah dikuburkan. Tapi saat digali, dibantu warga sekitar, jenazah tak juga ketemu.

Lokasi yang ditunjukkan awal, di tebing dekat kawasan wisata perahu Kompleks Bendungan Jatibarang, masuk kawasan Gunungpati.

Kemudian bergeser, sampai masuk daerah Dawung, Kecamatan Mijen, masih komplek Waduk Jatibarang. Lagi – lagi, hasilnya nihil.

Tampak di sana, Kasubbid Dokpol Bid Dokkes Polda Jateng, AKBP Sumy Hastry Purwanti dan Kasubdit I Keamanan Negara Dit Reskrimum Polda Jateng AKBP Djoko Tjahyono. "Ini masih dicari dulu di mana lokasi pastinya (penguburan)," kata Hastry.

Pencarian jenazah dimaksudkan untuk nantinya diperiksa ahli forensik, memastikan penyebab kematian korban.

Informasi yang dihimpun, korban sebelumnya diculik sebelum dibunuh dengan cara ditusuk di dada dan perut. Korban juga sempat disetubuhi tiga pelaku sebelum akhirnya dikubur.

Djoko Tjahyono pun tak bersedia berkomentar banyak. “Nanti tunggu dulu ya, masih dikembangkan, ada tersangka yang belum kena (belum tertangkap),” kata Djoko saat membawa seorang pemuda dalam keadaan terborgol di lokasi.

Pada pencarian sekira 6 jam itu, belum diketahui pasti di mana posisi jenazah dikuburkan. Tersangkanya mengaku lupa lokasi pastinya, saat menguburkan waktunya malam hari.

“Kata tersangkanya, saat mengubur pakai motor roda tiga (Tossa) jam 3 pagi. Ditandai pakai dua patok bambu. Tadi sempat ketemu dua patok bambu itu, tapi saat digali tidak ditemukan apa–apa. Patoknya dibawa polisi,” kata Nasikun (44) warga setempat yang diminta polisi membantu menggai tanah.

Sekuriti setempat, Budiono, mengatakan titik–titik yang ditunjukkan tersangka merupakan kawasan tertutup bagi umum. Untuk masuk harus perlu izin.

“Itu lokasinya dipagar, dijaga dan dikunci 24 jam. Akses masuknya harus izin, seperti kegiatan ini untuk penyelidikan kepolisian. Tadi izin ke balai besar, gerbang dibuka,” kata dia.

Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko, membenarkan adanya kegiatan lapangan terkait penanganan kasus itu.

“Tim masih di lapangan. Ini kan baru pengakuan–pengakuan (tersangka), nanti kalau sudah jelas akan disampaikan utuh,” ungkapnya melalui sambungan telepon seluler tanpa bersedia membeber lebih detil.
(sms)
Berita Terkait
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Kampanye 16 Hari Anti...
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
6 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
6 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved