4 Mahasiswa dan Pasangannya Terjaring Razia Narkoba di Apartemen
Sabtu, 05 September 2015 - 23:58 WIB
4 Mahasiswa dan Pasangannya Terjaring Razia Narkoba di Apartemen
A
A
A
SURABAYA - Empat mahasiswa dan pasangannya terjaring razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim dengan Satpol PP Pemkot Surabaya, Sabtu (5/9/2015).
Keempat mahasiswa dan pasangannya ini terjaring saat berada dalam satu kamar di apartemen di kawasan Jalan Kertajaya. Razia ini rutin dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di kawasan Surabaya.
"Dalam razia di apartemen itu semua penghuni apartemen diminta untus tes urine. Dari tes urine ini akhirnya diketahui empat mahasiswa tersebut positif menggunakan narkoba," kata Kabid Intelijen BNNP Jatim, Kompol Erwin.
Dia menandaskan bahwa mahasiswa yang terjaring tersebut memang tinggal di apartemen tersebut. Mereka kuliah di beberapa universitas ternama di Surabaya. "Seluruhnya dari luar kota yang kuliah di Surabaya," tambah Erwin.
Untuk selanjutnya, para mahasiswa ini akan dikirim ke tempat rehabilitasi untuk menjalani rehabilitasi supaya mereka tidak kecanduan obat haram tersebut.
Yang patut disayangkan, para mahasiswa yang terjaring razia narkoba ini sudah memasuki semester akhir.
Tinggal menunggu tak lama lagi mereka sudah bisa menuntaskan kuliah mereka. Dengan kasus ini, kuliah mereka bisa tertunda.
Erwin juga menyampaikan bahwa razia narkoba sudah beberapa kali dilakukan, khususnya setelah lebaran kemarin. Hasilnya, cukup positif, beberapa orang berhasil dijaring dan kemudian dilakukan rehabilitasi.
Awal razia dilakukan di beberapa kos-kosan yang diduga sering digunakan untuk pesta narkoba. Kemudian berkembang ke kos-kosan mewah dan belakangan ini mengarah ke kawasan apartemen.
Razia gabungan dengan Satpol PP ini juga sekaligus sebagai razia yustisi. Tujuannya untuk melakukan pendataan terhadap penduduk yang tinggal di Surabaya, sebab banyak pendatang yang tinggal di Surabaya. Dengan pendataan tersebut diharapkan bisa lebih tertib.
Keempat mahasiswa dan pasangannya ini terjaring saat berada dalam satu kamar di apartemen di kawasan Jalan Kertajaya. Razia ini rutin dilakukan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di kawasan Surabaya.
"Dalam razia di apartemen itu semua penghuni apartemen diminta untus tes urine. Dari tes urine ini akhirnya diketahui empat mahasiswa tersebut positif menggunakan narkoba," kata Kabid Intelijen BNNP Jatim, Kompol Erwin.
Dia menandaskan bahwa mahasiswa yang terjaring tersebut memang tinggal di apartemen tersebut. Mereka kuliah di beberapa universitas ternama di Surabaya. "Seluruhnya dari luar kota yang kuliah di Surabaya," tambah Erwin.
Untuk selanjutnya, para mahasiswa ini akan dikirim ke tempat rehabilitasi untuk menjalani rehabilitasi supaya mereka tidak kecanduan obat haram tersebut.
Yang patut disayangkan, para mahasiswa yang terjaring razia narkoba ini sudah memasuki semester akhir.
Tinggal menunggu tak lama lagi mereka sudah bisa menuntaskan kuliah mereka. Dengan kasus ini, kuliah mereka bisa tertunda.
Erwin juga menyampaikan bahwa razia narkoba sudah beberapa kali dilakukan, khususnya setelah lebaran kemarin. Hasilnya, cukup positif, beberapa orang berhasil dijaring dan kemudian dilakukan rehabilitasi.
Awal razia dilakukan di beberapa kos-kosan yang diduga sering digunakan untuk pesta narkoba. Kemudian berkembang ke kos-kosan mewah dan belakangan ini mengarah ke kawasan apartemen.
Razia gabungan dengan Satpol PP ini juga sekaligus sebagai razia yustisi. Tujuannya untuk melakukan pendataan terhadap penduduk yang tinggal di Surabaya, sebab banyak pendatang yang tinggal di Surabaya. Dengan pendataan tersebut diharapkan bisa lebih tertib.
(sms)