Kawasan Terbakar, Pihak TNTN Khawatir Gajah Turun Gunung
Sabtu, 05 September 2015 - 19:35 WIB
Kawasan Terbakar, Pihak TNTN Khawatir Gajah Turun Gunung
A
A
A
PEKANBARU - Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau merupakan daerah yang juga tidak luput dari musibah kebakaran hutan dan lahan.
Pihak Balai TNTN mengkawatirkan binatang yang berada di TNTN yakni gajah Sumatera 'turun gunung' atau masuk permukiman.
Humas Balai TNTN Didin menjelaskan, bahwa terjadi beberapa kali kebakaran di kawasan TNTN yang merupakan kawasan habitat gajah. Namun pihaknya bersama sejumlah pihak berhasil memadamkannya.
"Efek kebakaran di TNTN memang bisa sangat berpengaruh dengan habitat gajah Sumatera. Kita khawatir gajah bisa saja kepermukiman karena habitatnya terganggu," kata Didin, Sabtu (5/9/2015).
Apalagi saat ini sebutnya, daerah TNTN yang berada di Kabupaten Pelalawan dan Inhu yang memiliki luas 83 ribu hektar itu masih terjadi ilegal loging (perambahan hutan) oleh warga.
Berdasarkan data organisasi LSM pencinta satwa, WWF bahwa saat ini pembalakan liar disertai pembakaran liar masih terjadi. Berdasarkan peandataan diprediksi sedikitnya separuh kawasan TNTN telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan perkebunan.
"Di TNTN sering terjadi konflik gajah dengan manusia. Saya rasa salah satu faktor mengapa gajah sering masuk permukiman karena kawasan mereka diusik. Dimana dulunya adalah daerah gajah, tapi karena ada pembukaan lahan dengan cara dibakar, membuat gajah terusik dan berkonflik dengan manusia," pungkasnya.
Pihak Balai TNTN mengkawatirkan binatang yang berada di TNTN yakni gajah Sumatera 'turun gunung' atau masuk permukiman.
Humas Balai TNTN Didin menjelaskan, bahwa terjadi beberapa kali kebakaran di kawasan TNTN yang merupakan kawasan habitat gajah. Namun pihaknya bersama sejumlah pihak berhasil memadamkannya.
"Efek kebakaran di TNTN memang bisa sangat berpengaruh dengan habitat gajah Sumatera. Kita khawatir gajah bisa saja kepermukiman karena habitatnya terganggu," kata Didin, Sabtu (5/9/2015).
Apalagi saat ini sebutnya, daerah TNTN yang berada di Kabupaten Pelalawan dan Inhu yang memiliki luas 83 ribu hektar itu masih terjadi ilegal loging (perambahan hutan) oleh warga.
Berdasarkan data organisasi LSM pencinta satwa, WWF bahwa saat ini pembalakan liar disertai pembakaran liar masih terjadi. Berdasarkan peandataan diprediksi sedikitnya separuh kawasan TNTN telah beralih fungsi menjadi pemukiman dan perkebunan.
"Di TNTN sering terjadi konflik gajah dengan manusia. Saya rasa salah satu faktor mengapa gajah sering masuk permukiman karena kawasan mereka diusik. Dimana dulunya adalah daerah gajah, tapi karena ada pembukaan lahan dengan cara dibakar, membuat gajah terusik dan berkonflik dengan manusia," pungkasnya.
(nag)