Kemarau Panjang, Puluhan Situ di Subang Kekeringan

Kamis, 03 September 2015 - 16:24 WIB
Kemarau Panjang, Puluhan...
Kemarau Panjang, Puluhan Situ di Subang Kekeringan
A A A
SUBANG - Puluhan situ yang tersebar di belasan kecamatan, di Kabupaten Subang, mengering akibat dilanda kemarau panjang sejak tiga bulan terakhir.

Sebagian warga pun memanfaatkan lahan situ mengering ini sebagai tempat penggembalaan hewan ternak. Adapun warga lainnya mengalihfungsikan sebagian lahan situ menjadi areal tanaman palawija.

Pantauan di lapangan, sejumlah situ mengering tersebar di belasan desa, seperti Situ Sindangsari, di Desa Sindangsari, Kecamatan Cikaum, Situ Citapen, di Desa Prapatan, Kecamatan Purwadadi, dan Situ Dawuan, di Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan.

Selanjutnya, Situ Saradan, di Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Situ Ki Rasiman, di Desa Munjul, dan Situ Cijambe, di Desa Balingbing, Kecamatan Pagaden Barat.

Penggembala ternak asal Kampung Nagrogjaya Desa Sukamulya Junaedi (50) mengaku, dirinya sempat kaget melihat situ di daerahnya mengering selama tiga tahun berturut-turut pasca dinormalisasi akhir 2012 silam.

Sebab setahu dia, situ biasa mengering satu kali dalam kurun waktu delapan tahun. "Itu juga tak sampai kering total, sebab biasanya air masih tersisa. Tapi sekarang kekeringannya parah," katanya, kepada wartawan, Kamis (3/9/2015).

Sebelum mengering, situ yang pernah jebol awal tahun 2012 tersebut mengairi ratusan hektare sawah di dua kecamatan, di antaranya Desa Sukamulya dan Kamarung, Kecamatan Pagaden, Desa Jati, dan Simpar, di Kecamatan Cipunagara.

"Selain untuk memasok air ke sawah-sawah, situ ini juga sering digunakan warga untuk beternak ikan jaring apung," tuturnya.

Namun, ketika air surut dan mengering, areal situ berubah jadi tempat penggembalaan hewan ternak. Bahkan, di beberapa titik ditanami pepohonan oleh warga setempat.

Warga lainnya Uyi (60) menyebut, situ mengering sejak tiga bulan lalu. Dia kaget air situ mendadak surut secara sekaligus.

"Dulu sebelum dikeruk, air situ biasa menyusut perlahan, tak sekaligus seperti sekarang. Dua tahun ini kekeringannya sangat parah, sampai jadi tempat menggembala ternak segala," katanya.

Adapun di Kecamatan Cikaum dan Purwadadi, sejumlah situ yang mengering dimanfaatkan warga setempat untuk lahan bercocok tanam palawija, seperti kacang panjang, mentimun, dan sebagainya.

"Meski air situnya surut, kami masih bisa memanfaatkannya untuk bertanam palawija. Sebab jenis tanaman ini tak butuh air banyak," timpal Ade, petani palawija yang memanfaatkan lahan Situ Citapen Kecamatan Purwadadi yang mengalami kekeringan.
(san)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
6 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
6 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
6 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
8 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved