Gawat! Gelombang PHK Mulai Terjadi di Bantul

Selasa, 01 September 2015 - 19:05 WIB
Gawat! Gelombang PHK...
Gawat! Gelombang PHK Mulai Terjadi di Bantul
A A A
BANTUL - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi di Kabupaten Bantul menyusul melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul sendiri mengaku tak bisa berbuat banyak terkait dengan adanya PHK. Apalagi, hal tersebut karena unsur dari eksternal perusahaan.

Kepala Seksi Hubungan Industrial Disnakertrans Bantul Annursina Karti mengungkapkan, sejak pelemahan nilai tukar rupiah, ada perusahaan yang merasakan dampaknya.

Ia mencatat, setidaknya ada dua perusahaan skala menengah yang menyatakan diri telah bangkrut. Perusahaan tersebut tak mampu lagi menjalankan roda produksinya. "Sejak Juli lalu, atau ketika rupiah sudah di angka Rp13.000," tuturnya, Selasa (1/9/2015).

Dua perusahaan yang menyatakan tak mampu menjalankan roda produksi adalah perusahaan di bidang ekspor mebel dan furniture.

Meski mebel dan furniture, namun kedua perusahaan tersebut sangat bergantung pada bahan baku dari luar negeri. Sehingga mereka sangat merasakan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar tersebut.

Memang, nilai tukar rupiah yang terus melemah menjadikan sektor usaha di wilayah ini semakin tertekan.

Sebab, sebelumnya mereka harus menanggung beban lesunya perekonomian dunia yang mengakibatkan daya beli masyarakat internasional mengalami penurunan. Para pengusaha yang masih menggantungkan bahan bakunya dari luar negeri sangat terpukul.

"Ekonomi lesu sehingga permintaan atas produk mereka menurun. Kini dua perusahaan di Sewon tersebut telah gulung tikar," paparnya.

Dijelaskan, lebih dari ratusan tenaga kerja yang dirumahkan karena kolapsnya perusahaan di Bantul. Sebelumnya, beberapa perusahaan lain pihaknya menerima secara lisan setidaknya ada 60 karyawan yang di-PHK sementara sisanya terpaksa dirumahkan.
Kemungkinan besar, jumlah tersebut akan bertambah mengingat kondisi perekonomian yang masih labil.

Kendati demikian, baru satu perusahaan saja yang telah melaporkan berapa jumlah karyawan yang terpaksa mereka rumahkan.

Satu perusahaan tersebut telah melaporkan setidaknya ada 40 karyawan yang kini sudah tidak bekerja.

Kini ia mulai khawatir dengan adanya gelombang PHK di Bantul karena banyak perusahaan yang berkonsultasi dengan mereka. "Setidaknya ada 5 persen dari seluruh perusahaan di Bantul yang keuangannnya tidak sehat," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Sulistyanto mengungkapkan, sejak melemahnya nilai tukar rupiah, nilai ekspor di Bantul mengalami peenurunan.

Tidak hanya di sektor mebel dan furniture, beberapa sektor lain juga merasakan dampaknya. "Setidaknya kami mencatat ada penurunan 5-11 persen," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kemnaker Catat 18.000...
Kemnaker Catat 18.000 Pekerja Kena PHK di Awal Tahun 2025
Badai PHK Melanda, 26.455...
Badai PHK Melanda, 26.455 Pekerja Terdampak hingga Mei 2025
2024 Baru Mulai, Google...
2024 Baru Mulai, Google Pecat 1.000 Karyawan dari Berbagai Divisi
Teknologi Ini Diklaim...
Teknologi Ini Diklaim Mampu Cegah PHK Massal di Industri Startup
Ngamuk Rekannya Kena...
Ngamuk Rekannya Kena PHK, Ratusan Karyawan Google Mogok Kerja
Samsung Gelar PHK Massal,...
Samsung Gelar PHK Massal, 30% Karyawan Global Terancam
Berita Terkini
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
26 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
1 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
2 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
2 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved