Serapan Anggaran Rendah, Ahok Jangan Hanya Menyalahkan Anak Buah

Minggu, 30 Agustus 2015 - 23:26 WIB
Serapan Anggaran Rendah,...
Serapan Anggaran Rendah, Ahok Jangan Hanya Menyalahkan Anak Buah
A A A
JAKARTA - Tiga tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Jakarta dinilai tidak memberikan progres penyerapan anggaran yang signifikan.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengatakan, selama tiga tahun memimpin Jakarta, Ahok tidak memberikan progres penyerapan anggaran yang signifikan. Menurut Nirwono menuturkan, hasil itu sangat merugikan warga Jakarta meski Ahok berkali-kali membuktikan telah menyelamatkan uang negara.

"Kenapa selama tiga tahun masih saja menyelamatkan uang. Sedangkan penyerapan selalu terpuruk. Tidak ada kemajuan, ini harus dievaluasi, jangan terus salahkan anak buah," kata Nirwono, Minggu (30/8/2015).

Berdasarkan pengamatannya, kata Nirwono, ada tiga hal yang menjadi kendala terpuruknya penyerapan anggaran. Pertama, ketidaksiapan SKPD menghadapi e-budgeting. Kemudian, kebutuhan SKPD dan yang tercantum tidak sama. Artinya tidak ada kordinasi yang matang.

Kedua, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sengaja menunda dan hingga akhirnya batal. Menurut Nirwono, PPK merasa dengan kondisi sekarang tidak dapat dukungan dari pimpinan.

Banyak dari mereka yang mengeluhkan apabila dilakukan akan terkena ketentuan hukum. Ketiga, tidak adanya upaya memperbaiki komunikasi antara Gubernur dengan DPRD.

"Ini harus menjadi intropeksi. Pembangunan lebih banyak pihak ketiga. Ini bukan prestasi, saya kira rendahnya penyerapan akan terjadi sampai 2017, paling tinggi 45%," paparnya.

Terkait pengurangan anggaran pada perubahan, Nirwono menuturkan, jika itu merupakan strategi agar penyerapan terlihat maksimal. Sebab, apabila dibandingkan dengan daerah lain, pendapatan asli daerah (PAD) Jakarta sangat besar dan tidak terpengaruh dengan kondisi ekonomi saat ini.

"20% dari Rp69 triliun itu lebih besar dibanding 20% dari Rp65 triliun. Harusnya meningkat. Penurunan itu akibat target target pajak daerah yang meleset," pungkasnya.
(whb)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
APBD DKI Jakarta 2024...
APBD DKI Jakarta 2024 Diperkirakan Rp81,58 Triliun
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
Walk Out saat Paripurna,...
Walk Out saat Paripurna, DPRD DKI Minta Anies Kembalikan Pokir
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
3 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
4 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
5 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
6 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
6 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
7 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved