Kepercayaan Mistis Warga Yogya Ikut Lestarikan Budaya

Minggu, 30 Agustus 2015 - 03:32 WIB
Kepercayaan Mistis Warga...
Kepercayaan Mistis Warga Yogya Ikut Lestarikan Budaya
A A A
YOGYAKARTA - Dalam melakukan proses penyelamatan warisan budaya, ada saja kendala-kendala yang dialami Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta. Salah satunya adalah dalam masalah mistisme.

Menurut Kelompok Kerja (Kapokja) Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Muhammad Taufik, ada dua pengalaman mistis yang mereka alami saat melakukan ekskavasi. Yaitu, di situs Karangbajang, Desa Tlogoadi, Sleman.

"Sebenarnya kami tidak mengenal mistis. Tapi yang memang, dalam proses ekskavasi ada saja yang kami temukan di masyarakat," katanya, saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (29/8/2105).

Di situs Karangbajang tersebut, ada kepercayaan dari masyarakat. Ketika ada suatu benda yang diambil, dibawa keluar dari daerah tersebut, maka akan ada salah satu warganya yang meninggal.

Untuk itu, masyarakat setempat pun meminta syarat kepada BPCB. Jika memang ingin melakukan penggalian, maka harus ada suatu upacara selamatan.

Berdoa dengan difasilitasi berbagai ubarampe seperti tiga pasang ayam ingkung, pisang yang berjenis tertentu. Serta harus dilakukan di malam Jumat, pasaran tanggal Jawa, Legi, atau Kliwon.

"Ya mau bagaimana lagi, itu syarat dari warga untuk mengizinkan kami melakukan ekskavasi," tuturnya.

Pengalaman tersebut, sebelumnya juga pernah dialami. Yaitu saat ekskavasi situs candi di daerah Pulutan, Playen, Gunungkidul. "2013 lalu, tapi biayanya lebih murah dibanding kendurenan di Karangbajang," ungkapnya.

Ditambahkan dia, di Pulutan, kalaupun tidak dilakukan tidak apa-apa. Tetapi pihaknya tetap melakukan ritual itu. "Situs itu kan dulunya untuk tempat beribadah, jadi untuk menghormati mereka sajan," jelasnya.

Selain itu, juga pernah dialaminya ada seorang warga yang melakukan modus. Mengaku menemukan suatu benda warisan budaya. "Itu di Gunungkidul, dulu tempatnya saya lupa. Jadi, dia itu modus ternyata hanya ingin mendapatkan imbalan," terangnya.

Meski demikian, pengalaman-pengalaman mistis tersebut tak menjadi kendala yang berarti. "Itu tidak menjadi kendala. Yang paling terasa (kendalanya) itu ketika ingin melakukan pembebasan tanah," sambungnya.

Seperti di kawasan Candi Kalasan misalnya. Keinginan pihaknya untuk membebaskan tanah agar bisa terlihat dari Jalan Raya Yogya-Solo, meski telah ditawar per meter Rp5 juta, tapi pemilik tanah tak mau melepasnya.

"Mereka ada yang meminta Rp15 juta. Ini kan yang mau membeli pemerintah. Jadi kita beli tanah yang pemiliknya berkenan terlebih dahulu. Kalau untuk kesadarannya mengenai pelestarian warisan budaya, masyarakat Yogya sudah baik," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Lestarikan Tradisi,...
Lestarikan Tradisi, Srikandi Ganjar Gelar Kemah Budaya bagi Kaum Muda
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Eksotiknya Situs Prasejarah...
Eksotiknya Situs Prasejarah Liang Panning, Surga Tersembunyi di Pelosok Maros
Berita Terkini
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
38 menit yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
41 menit yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
1 jam yang lalu
Dinilai Tak Sesuai Budaya...
Dinilai Tak Sesuai Budaya Sunda, MUI Sesalkan Lagu 'Lalaki Langit' karya Bupati Purwakarta
1 jam yang lalu
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
3 jam yang lalu
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
4 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved