Sosiolog UI: Kehadiran Polisi untuk Penggusuran Kurang Pas

Jum'at, 28 Agustus 2015 - 03:41 WIB
Sosiolog UI: Kehadiran...
Sosiolog UI: Kehadiran Polisi untuk Penggusuran Kurang Pas
A A A
JAKARTA - Bentrok antara aparat keamanan dengan warga di Kampung Pulo, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu masih disesalkan sejumlah kalangan. Aparat keamanan seperti Polri pun seharusnya menjadi penengah bukan ikut terlibat bentrok tersebut.

Sosiolog dari Universitas Indonesia Devie Rachmawati mengatakan, bentrokan lalu sebenarnya dapat dihindari bila pemerintah menerapkan komunikasi persuasif dalam mendampingi warga. Prinsip dalam komunikasi ialah 3 C (content, context dan channel).
Sebenarnya berdasarkan penuturan warga dan bukti empiris kepindahan sebagian besar warga, secara maksud dan tujuan dipahami dan disepakati oleh warga.

"Hanya saja karena saluran komunikasi dan konteksnya tidak pas. Saluran komunikasi yang saya maksudkan ialah bagaimana Pemprov tidak menggunakan saluran informal yang lebih intensif dengan warga," kata Devie saat dihubungi Sindonews, Kamis 27 Agustus 2015 kemarin.

Devie menambahkan, konteksnya yang dimaksud ialah kehadiran aparat keamanan yang eksesif sepertinya kurang pas dengan kondisi Jakarta yang tidak dalam kondisi darurat. Berdasarkan teori difusi inovasi yang teruji, lanjut Devie, dalam setiap inovasi kebijakan, maka biasanya akan ada sekitar 16-20% jumlah masyarakat yang resisten terhadap perubahan.

Oleh karenanya kalau pemerintah sudah lebih awal "turun gunung" komunikasi dari hati ke hati. Maka sudah dapat dipetakan kelompok masyarakat yang perlu didampingi lebih intensif. Sehingga ketika hari H pelaksanaan, seluruh masyarakat sudah siap dan tinggal dibantu kebutuhan teknis untuk relokasi seperti truk, tim pengangkutan dan sebagainya.

"Bayangkan bila petugas keamanan hadir bukan sebagai tim yang berhadapan dengan warga, tapi justru menjadi tim pendampingan kepindahan warga, tentu saja pemandangan yang sejuk di media," tutupnya.
(whb)
Berita Terkait
Tangis Warga Warnai...
Tangis Warga Warnai Pembongkaran Rumah oleh PT KAI di Bandung
Ganggu Mobilitas ke...
Ganggu Mobilitas ke IKN, Pemerintah Bakal Gusur 29 Rumah Warga Sepaku
Soal Penggusuran Rumah,...
Soal Penggusuran Rumah, Wanda Hamidah Diminta Tidak Bikin Fitnah
Ini Kata Sentul City...
Ini Kata Sentul City Soal Penggusuran Rumah Rocky Gerung
Tangis Ibu Rumah Tangga...
Tangis Ibu Rumah Tangga Pecah Terkena Teror Penggusuran Lahan dan Rumah di Medan
Isak Tangis Warnai Penggusuran...
Isak Tangis Warnai Penggusuran Rumah Warga Imbas Proyek Japek 2
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
4 menit yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
6 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
8 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
9 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
10 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
10 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved