Gara-gara Utang Rp500 Ribu, Pengamen Bunuh Teman
Jum'at, 21 Agustus 2015 - 13:57 WIB
Gara-gara Utang Rp500 Ribu, Pengamen Bunuh Teman
A
A
A
BATAM - Diduga urusan utang piutang seorang pengamen terlibat perkelahian hingga salah satu dari mereka meregang nyawa di komplek Nagoya Busines Center, Jumat (21/8/2015) pagi.
Elma, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sebelum korban jatuh bersimbah darah di lantai satu, terdengar suara keributan di kamar kosan korban yang berada di lantai tiga. "Saya dengar korban dan pelaku berkelahi tadi pagi," katanya.
Saat perkelahian itu terjadi, ia mendengar kalau korban memiliki hutang sebesar Rp500 ribu kepada pelaku.
Pelaku berang kepada korban, lantaran korban ingin pindah kosan tetapi tidak mau membayar hutangnya. "Bayar hutang kau, kalau tidak saya bunuh," ujar Elma menirukan ucapan pelaku.
Dikatakan, korban meninggal akibat tikaman pisau dan gunting. Sebelumnya korban sempat berteriak minta tolong sambil turun ke bawah. Namun, saat sampai lantai satu korbn sudah terjatuh. "Korban sepertinya kehabisan darah lalu terjatuh," ujarnya.
Pada malam sebelumnya, kata Elma, korban dan pelaku sempat berkelahi sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, perkelahian tersebut terhenti lantaran mobil patroli melintas dan keduanya saat berkelahi dalam kondisi mabuk.
"Malamnya mereka sempat kelahi, karena mobil polisi lewat perkelahian mereka terhenti dan pelaku langsung pergi," ujarnya.
Keseharian korban sambung Elma, pengamen di daerah Nagoya dan saat perkelahian malam itu ada sekitar delapan orang bertikai, dan semuanya pengamen. Permasalahan keributan itu masalah hutang piutang antara korban dan pelaku.
Pantauan dilokasi kejadian, korban yang terjatuh di lantai satu langsung digotong oleh beberapa orang ke pinggir jalan.
Namun, korban tak langsung dibawa ke rumah sakit melainkan hanya dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Tidak ditemukan identitas apapun dari korban yang kesehariannya disapa bang Tato tersebut.
Elma, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sebelum korban jatuh bersimbah darah di lantai satu, terdengar suara keributan di kamar kosan korban yang berada di lantai tiga. "Saya dengar korban dan pelaku berkelahi tadi pagi," katanya.
Saat perkelahian itu terjadi, ia mendengar kalau korban memiliki hutang sebesar Rp500 ribu kepada pelaku.
Pelaku berang kepada korban, lantaran korban ingin pindah kosan tetapi tidak mau membayar hutangnya. "Bayar hutang kau, kalau tidak saya bunuh," ujar Elma menirukan ucapan pelaku.
Dikatakan, korban meninggal akibat tikaman pisau dan gunting. Sebelumnya korban sempat berteriak minta tolong sambil turun ke bawah. Namun, saat sampai lantai satu korbn sudah terjatuh. "Korban sepertinya kehabisan darah lalu terjatuh," ujarnya.
Pada malam sebelumnya, kata Elma, korban dan pelaku sempat berkelahi sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, perkelahian tersebut terhenti lantaran mobil patroli melintas dan keduanya saat berkelahi dalam kondisi mabuk.
"Malamnya mereka sempat kelahi, karena mobil polisi lewat perkelahian mereka terhenti dan pelaku langsung pergi," ujarnya.
Keseharian korban sambung Elma, pengamen di daerah Nagoya dan saat perkelahian malam itu ada sekitar delapan orang bertikai, dan semuanya pengamen. Permasalahan keributan itu masalah hutang piutang antara korban dan pelaku.
Pantauan dilokasi kejadian, korban yang terjatuh di lantai satu langsung digotong oleh beberapa orang ke pinggir jalan.
Namun, korban tak langsung dibawa ke rumah sakit melainkan hanya dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Tidak ditemukan identitas apapun dari korban yang kesehariannya disapa bang Tato tersebut.
(nag)