Bandung Tak Ramah terhadap Perempuan dan Anak

Selasa, 18 Agustus 2015 - 16:15 WIB
Bandung Tak Ramah terhadap...
Bandung Tak Ramah terhadap Perempuan dan Anak
A A A
BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani mengatakan, kawasan Bandung Raya tidak ramah terhadap perempuan dan anak.

Daerah tersebut, katanya, kerap terjadi kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Wilayah paling rawan berada di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

"Itu paling tinggi (jumlah kasusnya) di daerah-daerah itu," kata Netty, kepada wartawan, di Bandung, Selasa (18/8/2015).

Tapi, secara jumlah rinci, menurutnya angkanya perlu dikonfirmasi ke berbagai pihak terkait. Yang jelas, berdasarkan catatan P2TP2A, tiga daerah itu jadi 'juara'.

Meski begitu, bukan berarti daerah lain rendah jumlah kasusnya. Banyaknya jumlah kasus dari kawasan Bandung Raya yang dilaporkan ke P2TP2A Jawa Barat disinyalir karena kantornya berada di Kota Bandung yang wilayahnya cukup dekat dengan tiga daerah itu.

"Yang lain juga banyak (tapi banyak yang tidak dilaporkan ke P2TP2A Jawa Barat). Cuma terkait laporan, itu karena jarak mereka lebih dekat lapor ke kami. Tapi kalau misalnya P2TP2A Jawa Barat ada di Ciamis, mungkin banyak juga dari Ciamis yang lapor ke kami," jelas Netty.

Kasus kekerasan tersebut menurutnya terjadi karena adanya ketimpangan relasi kuasa. Sehingga, orang yang dianggap lebih berkuasa, seperti orangtua, guru, suami, dan bos di tempat kerja, melakukan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

"Kalau (ketimpangan relasi kuasa) itu terjadi, berikutnya akan terjadi kejahatan tersembunyi. Anak misalnya, dia tidak akan berani (mengungkap), apalagi kalau diancam," ucapnya.

Dia mencontohkan, ada salah satu kasus kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswinya sejak Kelas 3 SMP hingga Kelas 3 SMA. Sang anak tak berani mengungkap atau melaporkannya pada orangtua dan kepolisian.

"Itu jadi satu contoh bahwa kejahatan dan kekerasan seksual yang tersembunyi, dan benar-benar harus diperangi. Ini yang ingin saya sosialisasikan, hiden crime itu mengerikan," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Minta Warga...
Pemkot Depok Minta Warga Tak Takut Laporkan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak via Hotline
Pemkot Surabaya Maksimalkan...
Pemkot Surabaya Maksimalkan AS-RPA Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
KPPB Ajak Masyarakat...
KPPB Ajak Masyarakat Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Perempuan
Jadi Fenomena Gunung...
Jadi Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terus Naik
Survei Kemen PPPA: Jumlah...
Survei Kemen PPPA: Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Menurun
Ketua RPA Perindo: Jangan...
Ketua RPA Perindo: Jangan Sungkan Lapor, Pendampingan Kami Gratis!
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
7 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
8 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
8 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
9 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
9 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
10 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Sananta Tak...
3 Alasan Sananta Tak Dipanggil Timnas Lawan Bahrain dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved