Kenakan Pakaian Jawa, Diikuti Anak-Anak hingga Lansia

Selasa, 18 Agustus 2015 - 09:06 WIB
Kenakan Pakaian Jawa,...
Kenakan Pakaian Jawa, Diikuti Anak-Anak hingga Lansia
A A A
KULONPROGO - Peringatan upacara bendera di RW 06 eks Pedukuhan Kriyanan Wates, digelar dengan nuansa Jawa. Semua peserta dan petugas mengenakan pakaian Jawa lengkap dengan kebaya dan blangkon.

Hanya pasukan pengibar bendera dan Inspektur upacara yang mengenakan pakaian formal. Jalan utama menuju ke eks Pedukuhan Kriyanan terhalang dengan bambu dan papan. Warga sengaja menutup jalan ini, agar tidak menggagu upacara bendera dalam rangka peringatan 70 tahun Kemerdekaan RI di salah satu halaman rumah warga. Karena jumlah pesertanya cukup banyak, beberapa di antaranya sampai membludak dan berada di jalan beraspal.

Hal itu tidak menyurutkan antusias warga untuk mengikuti upacara bendera Agustusan yang sudah dilakukan dua tahun ini. Dengan sikap sempurna, warga mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat. Meski menggunakan blangkon dan surjan, sejumlah lansia tetap berdiri sambil memegang tongkat. Begitu pula dengan ibu-ibu yang juga mengenakan pakaian kebaya.

Tidak ketinggalan para anak-anak kecil ikut menggunakan pakaian Jawa. Komandan upacara dipimpin tokoh warga yang mengenakan Pakaian Jathilan. Kebetulan seni budaya jathilan memang menjadi salah satu kesenian yang ada di kampung ini. Hal yang sama juga dilakukan para komandan pleton. Bahkan di salah satu rangkaian upacara juga dibacakan ikrar perdamaian dan komitmen menjaga persatuan antarwarga.

“Sudah dua tahun ini kita gelar upacara Kemerdekaan dengan pakaian Jawa seperti ini,” kata ketua panitia, Dalduri. Menurutnya pakaian adat Jawa Mataraman Yogyakarta telah menjadi identitas warga pribumi. Warga juga masih menjunjung tinggi budaya dan menghormati Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Untuk itulah warga tidak lagi malu untuk mengenakan pakaian Jawa dalam upacara ini. Ikrar perdamaian, kata dia, menjadi salah satu komitmen yang harus ditepati warga. Meski berbeda RT, kehidupan sosial, dan asal-usul, namun warga sepakat untuk menjaga perdamaian. Mereka akan tetap bersatu dalam membangun daerah dan kehidupan bermasyarakat.

“Kami tidak ingin kasus Tolikara terjadi di sini, karena itu meski beda agama, budaya, kami akan saling menghormati,” katanya. Untuk bisa mengikuti upacara seperti ini, butuh kemauan dan anggaran. Tidak sedikit dari warga yang menyewa pakaian dan pergi ke salon sebelum upacara. Meski dibuat repot dan harus keluar biaya, namun warga tetap semangat. “Tidak masalah bagi kami keluar biaya dan sedikit repot.

Karena ini wujud cinta kami kepada negara ini,” kata Andika Shinta Elfarani. Warga yang lain, Sandiyo mengatakan, upacara menggunakan pakaian Jawa merupakan salah satu bentuk nguri-ngurikebudayaan. Mencintai budaya menjadi bagian nasionalisme yang harus dilakukan.

“Jogja kan istimewa, jadi harus bisa maju,” ujarnya. Selain upacara, pada kesempatan ini juga dilepas puluhan balon ke udara. Bahkan bagi para peserta tertua dan anak-anak juga mendapatkan bingkisan dari panitia.

KUNTADI
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Sambangi MI Raudhatul...
Sambangi MI Raudhatul Azhar, KB Bank Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
1 menit yang lalu
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
25 menit yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
53 menit yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
57 menit yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
1 jam yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved