Tertib Berlalu Lintas sejak Kecil

Rabu, 05 Agustus 2015 - 08:00 WIB
Tertib Berlalu Lintas...
Tertib Berlalu Lintas sejak Kecil
A A A
PENGETAHUAN tentang tertib berlalu lintas perlu diberikan sejak usia dini agar terbawa hingga dewasa. Begitu kata Bripda Naila Sofa Wardaningrum.

Nila, sapaan akrab Bripda Naila Sofa Wardaningrum (19), bertugas di Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polrestabes Semarang.

"Dulu, sampai kelas 2 SMA saya masih naik sepeda. Tidak boleh orangtua bawa sepeda motor sendiri ke sekolah. Waktu kelas 3 baru boleh (sudah punya SIM)," ungkap Naila kepada KORAN SINDO di Markas Sat Lantas Polrestabes Semarang, Selasa (4/8/2015).

Naila adalah lulusan SMAN 1 Purbalingga. Gadis manis ini asli Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Orangtuanya, terutama sang ayah yang juga anggota polisi, selalu memberikan nasihat pentingnya tertib berlalu lintas. Kebiasaan inilah yang terus diingatnya sampai sekarang.

"Sekarang, di Dikyasa sering kegiatan PSA (Polisi Sahabat Anak). Di situ, diberikan aneka sosialisasi, termasuk pengetahuan tentang lalu lintas," lanjut Naila.

Untuk mendekati anak-anak terutama yang masih TK, kata dia, diperlukan cara khusus. Sebisa mungkin membuat sang anak nyaman, tidak takut dengan polisi. Setelah itu barulah diberikan pengetahuan tertib berlalu lintas. Untuk lebih menarik, biasanya dibantu dengan berbagai alat peraga.

Sosialisasi juga dilakukan kepada anak usia SD, SMP, hingga SMA. Untuk usia SD hingga SMA awal, tak banyak berbeda. Lebih banyak diberikan pemahaman tentang tertib berlalu lintas. Untuk yang sudah kelas 3 SMA atau pemegang SIM, materi sosialisasi lebih banyak seputar safety riding.

Berdasar pengalamannya, kata Naila, perilaku pelanggar lalu lintas dari anak remaja (kalangan pelajar) bisa disebabkan dua faktor utama.

Pertama, faktor internal. Ini menyangkut keluarga atau orangtuanya. Jika orangtua mengetahui anaknya belum cukup umur alias belum memegang SIM namun tetap dibolehkan memakai kendaraan sendiri, bisa menjadi salah satu pemicu pelanggaran.

Kedua, faktor eksternal termasuk pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh pelajar tentang lalu lintas itu di luar lingkungan keluarga. Pengetahuan bisa diberikan di sekolah maupun sosialisasi dari luar. Jika kurang sosialisasi, pengetahuan tertib lalu lintas juga akan minim.

"Tertib lalu lintas dengan faktor pendidikan juga berpengaruh," tutup gadis yang akan berulang tahun 13 Agustus ini.

PILIHAN:
Pemuda Ini Keliling Indonesia dengan Vespa Bekas
(zik)
Berita Terkait
Cerita Inspiratif Albis...
Cerita Inspiratif Albis Group Bertahan Hadapi Ketatnya Persaingan Industri Fashion
Peluang di Tengah Pandemi...
Peluang di Tengah Pandemi dan Rekrut Karyawan Terkena PHK
Kisah Inspiratif Polisi...
Kisah Inspiratif Polisi Bripka Rosudin Kosnadi Jualan Es Jagung, Sehari Raup Rp900.000
Inspiratif, Anggota...
Inspiratif, Anggota Babinsa Kodim Pekalongan Ini Sukses Ternak Kelinci Hias
Green Nitrogen Luncurkan...
Green Nitrogen Luncurkan Dua Produk Unggulan Hadapi Covid-19
Menginspirasi lewat...
Menginspirasi lewat Buku Bertumbuh Bermimpi
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
54 menit yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
1 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
1 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
2 jam yang lalu
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
2 jam yang lalu
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
3 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Cumi-cumi...
Penampakan Cumi-cumi Raksasa Pertama Kalinya Sejak 100 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved