Ribut Masalah Paspor, Pegawai Imigrasi Dicelurit saat Apel
Senin, 03 Agustus 2015 - 19:27 WIB
Ribut Masalah Paspor, Pegawai Imigrasi Dicelurit saat Apel
A
A
A
PEKANBARU - Seorang pegawai Imigrasi Kelas II Bagan Siapapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau Yusriansyah Fazrim (32) mengalami luka akibat sabetan celurit.
Aksi pembacokan ini ditengarai terkait masalah paspor. "Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan," kata Kapolres Rohil AKBP Subiantoro kepada, Senin (3/8/2015).
Informasi yang dihimpun, kejadian penganiayaan itu terjadi saat korban sedang di Kantor Imigrasi bersama teman-temannya tadi pagi.
Kemudian tiba-tiba datang tersangka SJ (25), warga setempat datang sambil menenteng celurit. Tanpa rasa takut, pelaku langsung mencari korban yang sedang apel. Setelah mengetahui keberadaan korban, pelaku langsung menyerang.
Korban yang tidak menyadari kedatangan pelaku langsung terjatuh terkena sabetan celurit. Namun korban tidak menyerah, keduanya terlibat pergumulan. Melihat kejadian itu teman-teman korban datang menolong dan berhasil mengambil celurit pelaku.
Melihat hal tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Tidak lama berselang, polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran. Sementara korban dilarikan ke RSUD Pratomo. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku.
Sekitar satu jam, tersangka berhasil ditangkap di rumahnya di Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko, Rohil.
Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan aksi nekat karena korban menyatakan tidak bisa mengurus paspor. Padahal Paspor itu, menurut tersangka sangat dibutuhkannya.
Aksi pembacokan ini ditengarai terkait masalah paspor. "Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan," kata Kapolres Rohil AKBP Subiantoro kepada, Senin (3/8/2015).
Informasi yang dihimpun, kejadian penganiayaan itu terjadi saat korban sedang di Kantor Imigrasi bersama teman-temannya tadi pagi.
Kemudian tiba-tiba datang tersangka SJ (25), warga setempat datang sambil menenteng celurit. Tanpa rasa takut, pelaku langsung mencari korban yang sedang apel. Setelah mengetahui keberadaan korban, pelaku langsung menyerang.
Korban yang tidak menyadari kedatangan pelaku langsung terjatuh terkena sabetan celurit. Namun korban tidak menyerah, keduanya terlibat pergumulan. Melihat kejadian itu teman-teman korban datang menolong dan berhasil mengambil celurit pelaku.
Melihat hal tersebut, pelaku langsung melarikan diri. Tidak lama berselang, polisi yang mendapat laporan langsung melakukan pengejaran. Sementara korban dilarikan ke RSUD Pratomo. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap pelaku.
Sekitar satu jam, tersangka berhasil ditangkap di rumahnya di Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko, Rohil.
Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan aksi nekat karena korban menyatakan tidak bisa mengurus paspor. Padahal Paspor itu, menurut tersangka sangat dibutuhkannya.
(nag)