Citilink Turunkan Tim ke Padang, Cek Pesawat Tergelincir
Senin, 03 Agustus 2015 - 16:58 WIB
Citilink Turunkan Tim ke Padang, Cek Pesawat Tergelincir
A
A
A
PADANG - Manajemen Citilink menurunkan tim sebanyak 14 orang untuk menyelidiki tergelincirnya pesawat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatera Barat. Tim tersebut akan memeriksa, mengecek, dan memastikan kondisi pesawat laik terbang atau tidak.
“Tim internal kita datang kesini untuk mempercepat penarikan pesawat dan proses mengecek kondisi pesawat saat ni, apakah nanti laik terbang atau tidak. 14 orang itu dari Garuda Maintenance Facilities (GMF) yang biasa merawat pesawat garuda,” kata President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di BIM, Selasa (3/8/2015)
Albert menegaskan, mengenai pemeriksaan pesawat itu bisa satu sampai dua hari, tentu bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Nanti hasilnya pemeriksaan itu bersama dengan KNKT dan kita meminta rekomendasi, kalau ada kerusakan di dalam pesawat, apa saja yang rusak dan rekomendasi sparepartnya,” katanya.
Untuk sementara, kata Albert, kondisi pesawat secara visual tidak apa-apa atau mengalami kerusakan, baik itu sayap maupun body pesawat. Begitu juga dengan roda tidak mengalami apa-apa.
“Tapi nanti biarlah KNKT yang melakukan pemeriksaan, kita menurunkan tim internal untuk membantu KNKT,” timpalnya.
Mengenai usia pesawat itu, lanjut Albert, baru satu tahun. Karena tahun 2014 lalu dibeli dengan nomor registrasi PK-GQG jenis Airbus A 320.
Namun kalau memang kondisi rusak parah pihak Citilink akan mengganti dengan pesawat yang ada untuk rute disini.
“Kita sudah siapkan satu Pesawat Citilink disini, ini untuk mengganti pesawat yang tergelincir kemarin, tapi dengan syarat pesawatnya tidak laik terbang, jika laik terbang kita tidak akan menggantinya,” ujarnya.
Soal pilot pesawat sudah profesional jadi tidak ada masalah dengan kondisi pilot sendiri, bahkan saat diterbangkan dari Jakarta ke Padang juga tidak ada masalah dengan pesawat tersebut.
Sementara General Manager PT Angkasa Pura II BIM Yayan Hendra Yani belum bisa simpulkan penyebab tergelincirnya pesawat, sebab pihak KNKT akan menyelidikinya.
“Kita belum simpulkan penyebabnya apa, nanti ada tim KNKT yang melakukan penyelidikan terhadap insiden, ini kami belum bisa menyimpulkan, kami tidak ingin berspekulasi,” kata Yayan.
Menurut Yayan, yang jelas pada saat kejadian jarak pandang 1 kilometer, kemudian angin itu 6 knot, itulah yang terjadi pada saat itu.
“Ada hujan yang lebat itu kondisi rill, tapi penyebab lainnya kami belum bisa spekulasi. Sekarang pesawat kondisinya baik, kalau rumor pecah ban informasi saat ini tidak ada semuanya baik saja, tidak pecah ban,” tegasnya.
Sementara Yasrul dari Air Nav Indonesia untuk Sumatera Barat mengatakan pilot sudah melaksana prosedurnya sesuai dengan standar operasi. “Mengenai jarak pandang dan kecepatan udara 6 knot itu masih normal,” ujarnya.
Sampai saat ini KNKT masih melakukan pemeriksaan di hanggar pesawat BIM, belum ada keterangan resmi dari pihak KNKT.
“Tim internal kita datang kesini untuk mempercepat penarikan pesawat dan proses mengecek kondisi pesawat saat ni, apakah nanti laik terbang atau tidak. 14 orang itu dari Garuda Maintenance Facilities (GMF) yang biasa merawat pesawat garuda,” kata President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di BIM, Selasa (3/8/2015)
Albert menegaskan, mengenai pemeriksaan pesawat itu bisa satu sampai dua hari, tentu bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Nanti hasilnya pemeriksaan itu bersama dengan KNKT dan kita meminta rekomendasi, kalau ada kerusakan di dalam pesawat, apa saja yang rusak dan rekomendasi sparepartnya,” katanya.
Untuk sementara, kata Albert, kondisi pesawat secara visual tidak apa-apa atau mengalami kerusakan, baik itu sayap maupun body pesawat. Begitu juga dengan roda tidak mengalami apa-apa.
“Tapi nanti biarlah KNKT yang melakukan pemeriksaan, kita menurunkan tim internal untuk membantu KNKT,” timpalnya.
Mengenai usia pesawat itu, lanjut Albert, baru satu tahun. Karena tahun 2014 lalu dibeli dengan nomor registrasi PK-GQG jenis Airbus A 320.
Namun kalau memang kondisi rusak parah pihak Citilink akan mengganti dengan pesawat yang ada untuk rute disini.
“Kita sudah siapkan satu Pesawat Citilink disini, ini untuk mengganti pesawat yang tergelincir kemarin, tapi dengan syarat pesawatnya tidak laik terbang, jika laik terbang kita tidak akan menggantinya,” ujarnya.
Soal pilot pesawat sudah profesional jadi tidak ada masalah dengan kondisi pilot sendiri, bahkan saat diterbangkan dari Jakarta ke Padang juga tidak ada masalah dengan pesawat tersebut.
Sementara General Manager PT Angkasa Pura II BIM Yayan Hendra Yani belum bisa simpulkan penyebab tergelincirnya pesawat, sebab pihak KNKT akan menyelidikinya.
“Kita belum simpulkan penyebabnya apa, nanti ada tim KNKT yang melakukan penyelidikan terhadap insiden, ini kami belum bisa menyimpulkan, kami tidak ingin berspekulasi,” kata Yayan.
Menurut Yayan, yang jelas pada saat kejadian jarak pandang 1 kilometer, kemudian angin itu 6 knot, itulah yang terjadi pada saat itu.
“Ada hujan yang lebat itu kondisi rill, tapi penyebab lainnya kami belum bisa spekulasi. Sekarang pesawat kondisinya baik, kalau rumor pecah ban informasi saat ini tidak ada semuanya baik saja, tidak pecah ban,” tegasnya.
Sementara Yasrul dari Air Nav Indonesia untuk Sumatera Barat mengatakan pilot sudah melaksana prosedurnya sesuai dengan standar operasi. “Mengenai jarak pandang dan kecepatan udara 6 knot itu masih normal,” ujarnya.
Sampai saat ini KNKT masih melakukan pemeriksaan di hanggar pesawat BIM, belum ada keterangan resmi dari pihak KNKT.
(sms)