Warga Krapyak Siapkan Lopis Raksasa Seberat 1 Ton
Jum'at, 24 Juli 2015 - 10:23 WIB
Warga Krapyak Siapkan Lopis Raksasa Seberat 1 Ton
A
A
A
PEKALONGAN - Warga Krapyak Kidul, Kota Pekalongan menyiapkan lopis raksasa seberat 1 ton dengan tinggi 2,1 meter untuk menyambut tradisi Syawalan. Ketua Remaja Musala Darunna’im, Muhammad Nasrudin, mengatakan tradisi membuat lopis sudah rutin dilakukan setiap tahun tepatnya sejak 1950.
Maknanya untuk mempererat silaturahmi seluruh masyarakat. Awalnya lopis hanya dibuat seukuran ember dengan tinggi setengah meter. Sementara beras ketannya dari warga sekitar. “Namun, kemudian dibuat lebih besar setiap tahunnya. Sudah dari 2005 kami membuat lopis raksasa. Inginnya lebih besar, tapi khawatir kualitas rasanya berkurang.
Makanya kami buat sama dengan tahun lalu,” papar Nasrudin. Persiapan membuat lopis raksasa sudah dilakukan sejak H+2 Lebaran. Sementara proses memasak dilakukan pada H+3 Lebaran, Minggu (20/7). “Proses awal yakni memasak setengah matang dari pukul 06.00 WIB pada Minggu (19/7).
Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan yang terbuat dari anyaman bambu dan tali itu sorenya,” papar Nasrudin. Lopis raksasa itu mem-butuhkan beras ketan sebanyak 450 kg. Tingginya sekitar 210 cm. Bagian tersulit pembuatan lopis saat memasukkannya ke dalam cetakan.
Sebab, beras ketan itu dimasukkan setengah matang dalam kondisi masih panas. “Karena kondisi lopis setengah matang itu masih panas, dan dilapisi daun pisang,” ucapnya. Nasrudin menuturkan, untuk memasak lopis raksasa itu dibutuhkan kayu bakar sebanyak satu mobil pikap yang sudah dipesan jauh hari sebelumnya. “Hari ini rencananya akan dilakukan pemotongan dan dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Jalan Dialihkan
Di Kendal, tradisi Syawalan yang berlangsung tiap tahun di Kecamatan Kaliwungu diprediksi akan dihadiri ribuan warga. Terkait itu, arus lalu lintas yang memasuki Kendal dari arah timur akan dialihkan ke jalan arteri Kaliwungu.
Prahayuda febrianto/ wikha setiawan
Maknanya untuk mempererat silaturahmi seluruh masyarakat. Awalnya lopis hanya dibuat seukuran ember dengan tinggi setengah meter. Sementara beras ketannya dari warga sekitar. “Namun, kemudian dibuat lebih besar setiap tahunnya. Sudah dari 2005 kami membuat lopis raksasa. Inginnya lebih besar, tapi khawatir kualitas rasanya berkurang.
Makanya kami buat sama dengan tahun lalu,” papar Nasrudin. Persiapan membuat lopis raksasa sudah dilakukan sejak H+2 Lebaran. Sementara proses memasak dilakukan pada H+3 Lebaran, Minggu (20/7). “Proses awal yakni memasak setengah matang dari pukul 06.00 WIB pada Minggu (19/7).
Kemudian dimasukkan ke dalam cetakan yang terbuat dari anyaman bambu dan tali itu sorenya,” papar Nasrudin. Lopis raksasa itu mem-butuhkan beras ketan sebanyak 450 kg. Tingginya sekitar 210 cm. Bagian tersulit pembuatan lopis saat memasukkannya ke dalam cetakan.
Sebab, beras ketan itu dimasukkan setengah matang dalam kondisi masih panas. “Karena kondisi lopis setengah matang itu masih panas, dan dilapisi daun pisang,” ucapnya. Nasrudin menuturkan, untuk memasak lopis raksasa itu dibutuhkan kayu bakar sebanyak satu mobil pikap yang sudah dipesan jauh hari sebelumnya. “Hari ini rencananya akan dilakukan pemotongan dan dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Jalan Dialihkan
Di Kendal, tradisi Syawalan yang berlangsung tiap tahun di Kecamatan Kaliwungu diprediksi akan dihadiri ribuan warga. Terkait itu, arus lalu lintas yang memasuki Kendal dari arah timur akan dialihkan ke jalan arteri Kaliwungu.
Prahayuda febrianto/ wikha setiawan
(ftr)