Mahasiswa UGM Buat Sistem Keamanan Sepeda

Jum'at, 24 Juli 2015 - 10:09 WIB
Mahasiswa UGM Buat Sistem...
Mahasiswa UGM Buat Sistem Keamanan Sepeda
A A A
YOGYAKARTA - Lima orang mahasiswa program studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA UGM membuat sebuah sistem keamanan sepeda.

Alat yang mereka beri nama SI ASEP ini diklaim dapat memberikan pengamanan lebih baik dari alat pengaman sepeda kebanyakan. Kelima mahasiswa ini yakni Fahmi Yukha Syifaudin, Kristiawan Devianto, Faisal Fajri, Fatimah Tri, serta Sri Susanti ini mampu melihat identitas pemilik sepeda dan menyimpannya dalam database. Fahmi menjelaskan, SI ASEP merupakan sistem keamanan sepeda yang dilengkapi dengan smart card.

Bahkan sistem keamanan yang mereka kembangkan tersebut tergolong sistem keamanan yang mudah untuk digunakan. Selain itu, alat tersebut tidak mengubah ataupun meretas data yang telah dienkripsi oleh pihak yang berwajib. "Dengan begitu, tidak sembarang orang bisa mengambil sepeda tersebut tanpa izin dari pemiliknya. Hanya pemilik sepeda dengan smart cardnya yang dapat mengunci kemudian membuka alat pengunci," ujarnya, kemarin.

Menurut Fahmi, alat pengunci bisa ditempatkan pada tempat umum sehingga dapat digunakan oleh sekelompok orang yang mempunyai sepeda dan smart card seperti e- KTP atau KTM. Namun, saat sepeda telah dikunci dengan smart card pada alat SI ASEP, sepeda tersebut hanya bisa dibuka dengan smart card yang sebelumnya dipakai untuk mengunci.

Ditambahkan Faisal, sistem keamanan sepeda bekerja ketika sepeda diletakkan di dalam pengaman. Saat pengguna mendekatkan smart card ke alat tersebut, SI ASEP akan membaca data yang tersimpan dalam smart card dan menjadikannya sebagai pengunci alat. Pengguna pun diharuskan memasukan nomor handphone ke alat ini, kemudian alat ini akan mengunci sepeda pada bagian frame dengan silinder besi yang digerakkan oleh servo dan dikunci dengan kunci magnetik.

"Pada bagian silinder pengunci ditempatkan konduktor yang berfungsi sebagai sensor jika pengunci dibuka paksa tanpa mekanisme smart card. Jika terjadi pembobolan alat atau mekanisme penguncian maka alat akan menghidupkan sistem alarm dan mengirim SMS ke pemilik sepeda bahwa sepeda dalam keadaan bahaya," katanya.

Faisal pun berharap, SI ASEP bisa dikembangkan lebih lanjut dan digunakan secara nyata. Untuk awalnya, ia berharap bisa digunakan di lingkungan UGM, di mana UGM sendiri memiliki fasilitas sepeda kampus yang telah mencapai ratusan buah.

Ratih keswara
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
11 menit yang lalu
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
29 menit yang lalu
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
1 jam yang lalu
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
2 jam yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
3 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
11 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved