Keterlibatan Asing dalam Insiden Tolikara untuk Kemerdekaan Papua

Kamis, 23 Juli 2015 - 19:19 WIB
Keterlibatan Asing dalam...
Keterlibatan Asing dalam Insiden Tolikara untuk Kemerdekaan Papua
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara) Hidayat Nurwahid meminta pemerintah mewaspadai keterlibatan asing dalam insiden di Tolikara.

"Permasalahan yang terjadi di Papua sangat rentan dijadikan sarana keterlibatan pihak asing untuk mengeluarkan Papua dari Indonesia," kata Hidayat, kepada wartawan, Kamis (23/7/2015).

Hidayat menduga, indikasi keterlibatan pihak asing terlihat sebagaimana di media sosial yang ramai dimunculkan, bahwa insiden yang terjadi adalah kesalahan aparat.

"Ada skenario yang dimunculkan di media sosial, bahwa ada penembakan dari aparat dan korbannya adalah warga Papua, lalu dipolitisasi agar Papua merdeka," terangnya.

Mantan wakil ketua MPR ini melanjutkan, insiden ini lalu dijadikan pemicu tuntutan untuk memerdekakan Papua oleh pihak tersebut. Dugaan ini juga terlihat dari adanya petisi yang meminta dukungan PBB meninjau kembali referendum Papua merdeka.

Menurut Hidayat, arahan separatisme ini diduga direncanakan sejak lama sebab ada agenda kegiatan keagamaan lain yang jatuh pada 17 Juli 2015. Padahal, jika ingin mengutamakan toleransi, harusnya kegiataan keagamaan lain dilakukan sebelum atau sesudah Salat Id. Namun kenyataannya, kedua kegiatan keagamaan itu dibenturkan pada jam yang sama.

Dari indikasi-indikasi tersebut, ada aktor intelektual yang mengarahkan supaya terjadi bentrokan. Dengan dalih terjadi konflik di Papua, mereka berusaha menuntut Papua merdeka.

Dia menggaris bawahi, ada bukti dari Tim Pencari Fakta (TPF) Komat yang mendapati banyak gambar bendera Israel di tempat kejadian. Hal itu layak dipertanyakan, karena Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel.

"Tentu ini ada yang sengaja menciptakan bentrokan yang melibatkan pihak asing untuk mengeluarkan Papua dari Indonesia. Kami harap BIN dan TNI menindaklanjuti hal ini," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Harian Komat Tolikara Bachtiar Nasir juga menekankan ada unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing dalam menggangggu kedaulatan NKRI.

Para ulama dan tokoh Islam yang tergabung dalam Komat Tolikara pun mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus intoleransi di Tolikara, Papua, serta menangkap agar aktor intelektual di balik insiden tersebut.

"Kami ingin ada tindakan transparan, karena ini adalah yang pertama kali dalam sejarah Indonesia. Kami juga menuntut dilakukan langkah hukum yang tegas, adil, dan transparan, terhadap aktor dan oknum-oknum yang telah melakukan tindakan radikalisme, separatisme dan teroris," tegasnya.

Bachtiar menegaskan, dengan penuntasan kasus Tolikara ini hingga ke akar-akarnya akan membuktikan bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi-Jusuf Kalla memang peduli akan keamanan dan kebebasan beribadah bagi seluruh umat di Indonesia.

"Terutama umat Islam. Ini sekaligus bentuk jaminan pemerintah akan kebebasan pelaksanaan beribadah yang diatur dalam UUD 1945," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Respons Cepat Insiden Laka Lantas di Cianjur
Dirut Pertamina Pantau...
Dirut Pertamina Pantau Langsung Penanganan Insiden, Pastikan Operasional & Layanan Kilang Cilacap Tidak Terganggu
Malintasi Tolikara Papua,...
Malintasi Tolikara Papua, Kendaraan Wajib Disemprot Disinfektan
Terapkan HSSE, Lintasarta...
Terapkan HSSE, Lintasarta Terbukti Zero Accident
Medan Gempar, Mobil...
Medan Gempar, Mobil Polisi Mendadak Terbakar di Underpass Titikuning
Alec Baldwin Tembakkan...
Alec Baldwin Tembakkan Senjata Properti Syuting, Sinematografer Rust Tewas
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
9 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
10 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
16 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
17 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
18 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved