Piket Lebaran, Petugas SAR Bantul Tak Dapat Konsumsi
Rabu, 15 Juli 2015 - 05:31 WIB
Piket Lebaran, Petugas SAR Bantul Tak Dapat Konsumsi
A
A
A
BANTUL - Nasib petugas search and rescue (SAR) di kawasan pantai selatan Bantul nampaknya tak banyak berubah dibanding dengan libur Lebaran tahun lalu. Mereka harus merogoh kocek sendiri untuk pengadaan konsumsi selama menjalani piket Lebaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, kali ini pihaknya tetap tidak menganggarkan konsumsi para petugas SAR yang terlibat pengamanan dalam libur Lebaran kali ini. Karena, sesuai dengan aturan, mereka baru diberi konsumsi ketika ada kecelakaan atau bencana.
"Jadi kalau ada kecelakaan baru kami memberi konsumsi," kata Dwi, Selasa (14/7/2015).
Untuk kegiatan mitigasi seperti menjaga keselamatan para pengunjung pantai ketika liburan Lebaran kali ini, pihaknya tidak memberikan konsumsi. Jika mereka memberi konsumsi, hal tersebut sama saja melanggar aturan.
Ia menyerahkan sepenuhnya perihal konsumsi tersebut kepada pihak-pihak yang peduli terhadap petugas SAR.
Untuk liburan Lebaran ini, pihaknya memang memaksimalkan petugas SAR untuk menjaga keselamatan para pengunjung pantai. Setidaknya ada sekitar 90 orang petugas SAR yang akan bergiliran menjaga tujuh objek wisata pantai selatan.
Mereka akan berjaga selama 24 jam penuh, mengingat pengunjung di kawasan ini tak terbatas waktu. "Semuanya siaga penuh untuk mengantisipasi melonjaknya pengunjung," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo mengatakan, pihaknya memang tidak menganggarkan konsumsi petugas SAR untuk musim libur Lebaran ini.
Sebab, petugas SAR bukan merupakan ranah dari Disbudpar. Petugas SAR selama ini di bawah koordinasi dari BPBD, sehingga semua kepentingan petugas SAR diserahkan ke BPBD.
Namun, pihaknya telah berupaya memikirkan petugas SAR dengan mendiskusikan kepentingan mereka kepada pihak asuransi Jasa Raharja Putera. Disbudpar menganggap, tugas SAR membantu pengamanan para pengunjung pantai sehingga secara tidak langsung menguntungkan pihak asuransi karena meminimalkan korban jiwa.
"Makanya kami memintakan kepada pihak asuransi agar ada sedikit kesejahteraan buat petugas SAR. Sepertinya sudah ada alokasi sekitar Rp2,5 juta per tahun untuk petugas SAR ini."
Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Bantul Nyoman Yudiriyani tidak secara gamblang mengakui bahwa tidak ada alokasi dana untuk konsumsi petugas SAR yang sedang piket menjaga para pengunjung.
Hanya saja, ia mengatakan semua petugas SAR dan juga petugas yang siap siaga di pos mendapat honor sebesar Rp650 ribu sebulan. "Jadi itu sudah termasuk di dalamnya," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan, kali ini pihaknya tetap tidak menganggarkan konsumsi para petugas SAR yang terlibat pengamanan dalam libur Lebaran kali ini. Karena, sesuai dengan aturan, mereka baru diberi konsumsi ketika ada kecelakaan atau bencana.
"Jadi kalau ada kecelakaan baru kami memberi konsumsi," kata Dwi, Selasa (14/7/2015).
Untuk kegiatan mitigasi seperti menjaga keselamatan para pengunjung pantai ketika liburan Lebaran kali ini, pihaknya tidak memberikan konsumsi. Jika mereka memberi konsumsi, hal tersebut sama saja melanggar aturan.
Ia menyerahkan sepenuhnya perihal konsumsi tersebut kepada pihak-pihak yang peduli terhadap petugas SAR.
Untuk liburan Lebaran ini, pihaknya memang memaksimalkan petugas SAR untuk menjaga keselamatan para pengunjung pantai. Setidaknya ada sekitar 90 orang petugas SAR yang akan bergiliran menjaga tujuh objek wisata pantai selatan.
Mereka akan berjaga selama 24 jam penuh, mengingat pengunjung di kawasan ini tak terbatas waktu. "Semuanya siaga penuh untuk mengantisipasi melonjaknya pengunjung," ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo mengatakan, pihaknya memang tidak menganggarkan konsumsi petugas SAR untuk musim libur Lebaran ini.
Sebab, petugas SAR bukan merupakan ranah dari Disbudpar. Petugas SAR selama ini di bawah koordinasi dari BPBD, sehingga semua kepentingan petugas SAR diserahkan ke BPBD.
Namun, pihaknya telah berupaya memikirkan petugas SAR dengan mendiskusikan kepentingan mereka kepada pihak asuransi Jasa Raharja Putera. Disbudpar menganggap, tugas SAR membantu pengamanan para pengunjung pantai sehingga secara tidak langsung menguntungkan pihak asuransi karena meminimalkan korban jiwa.
"Makanya kami memintakan kepada pihak asuransi agar ada sedikit kesejahteraan buat petugas SAR. Sepertinya sudah ada alokasi sekitar Rp2,5 juta per tahun untuk petugas SAR ini."
Kepala Bidang Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Bantul Nyoman Yudiriyani tidak secara gamblang mengakui bahwa tidak ada alokasi dana untuk konsumsi petugas SAR yang sedang piket menjaga para pengunjung.
Hanya saja, ia mengatakan semua petugas SAR dan juga petugas yang siap siaga di pos mendapat honor sebesar Rp650 ribu sebulan. "Jadi itu sudah termasuk di dalamnya," ujarnya.
(zik)