TNI Diminta Setop Beli Pesawat Bekas

Minggu, 12 Juli 2015 - 10:57 WIB
TNI Diminta Setop Beli...
TNI Diminta Setop Beli Pesawat Bekas
A A A
YOGYAKARTA - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, banyak pesawat milik TNI yang dibeli dalam kondisi bekas, dengan kondisi layak pakai. Namun, diperbaiki kembali agar terlihat seperti baru.

"Dioverhaul sehingga layak terbang seperti baru, tapi pesawat yang kita beli itu bekas," katanya, kepada wartawan, Minggu (12/7/2015).

Sukamta mengetahui pembelian pesawat bekas (overhaul) itu ketika melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Jenderal Gatot Nurmantyo, sebelum dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI, beberapa waktu lalu.

Politikus PKS DIY itu menyebut, alasan TNI membeli pesawat bekas karena keterbatasan anggaran yang ada. Sehingga, ketiadaan dana rela membeli pesawat bekas yang disulap seperti baru.

"Dulu polese TNI karena keterbatasan anggaran, kemudian lebih memilih untuk mendapatkan hibah barang yang tidak baru, tapi layak jalan seperti baru," ujarnya.

Perbandingan harga pesawat bekas jauh lebih murah dibanding dengan yang baru. Alasan ekonomis itu membuat TNI mengambil langkah dalam membeli pesawat bekas dari luar negeri.

"Itu kalau beli baru dapat dua, tapi kalau dengan barang bekas dapat enam," jelasnya.

Pada awal pembelian, kata dia, sudah ada masalah muncul. Begitu juga di belakang hari masalah pada pesawat yang notabene barang bekas.

"Masalahnya, overhaul ternyata mahal, anggaran awal 600 juta dolar membengkak jadi 800 juta dollar untuk membeli pesawat," ujarnya.

Yang kedua, lanjut dia, di belakang hari juga muncul masalah lain. F-16 misalnya, beberapa waktu lalu tidak bisa terbang saat berada di Halim Perdanakusuma.

Meski demikian, dia belum mendapat data secara rinci berapa jumlah pesawat TNI yang merupakan barang bekas. Namun, Komisi I akan mengawal komitmen Panglima TNI dalam melakukan pembelian alutsista.

"Saat fit and proper test, Panglima TNI (Gatot Nurmantyo), punya komitmen untuk membeli alutsista yang baru, bukan bekas lagi," katanya.
(san)
Berita Terkait
Panglima TNI Tinjau...
Panglima TNI Tinjau dan Uji Senjata Produk PT. Pindad
Enam Rafale dan A-400M...
Enam Rafale dan A-400M Resmi Perkuat Alutsista TNI
Menyiapkan Drone untuk...
Menyiapkan Drone untuk Kekuatan Masa Depan TNI
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri...
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri Siagakan Alutsista
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
7 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
1 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
4 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
4 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
5 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved