Hadapi Rampok Bersenpi, Polisi Diminta Bidik Kepala
Jum'at, 03 Juli 2015 - 17:09 WIB
Hadapi Rampok Bersenpi, Polisi Diminta Bidik Kepala
A
A
A
JAKARTA - Untuk menghadapi aksi kejahatan yang menggunakan senjata api, Kapolres Jakbar Kombes Pol Rudy Heryanto meminta anggotanya bertindak tegas. Anggota Polres Jakbar diminta untuk menembak pelaku, bahkan di kepala jika aksinya itu membahayakan petugas.
"Saya sudah katakan kepada anggota kalau memang ada kejadian dan membahayakan petugas. Silahkan tembak di tempat. Kalau perlu tembak kepala," ucap Rudy usai pemusnahan 7.200 botol miras di Polsek Palmerah, Jumat (3/7/2015). (Baca: Perampok Berpistol Gasak Alfamidi Cengkareng)
Rudy mengakui, dari sekian jumlah kasus pengguna senpi (senjata api) yang ada, dirinya memberikan atensi terbesar terhadap perampokan Alfa Midi di Cengkareng, Senin 29 Juni 2016 lalu. Menurutnya hingga saat ini polisi sendiri tengah memburu ke lima pelaku yang telah merampok dan menembakan senjata itu. (Baca juga: Alfamidi Pondok Aren Dirampok, Penjaga Dibacok)
Rudy melanjutkan, mengenai motif ke lima pelaku dan hubungannya dengan rentetan kasus penjahat pengguna senjata api masih belum bisa diungkap. "Motif dan hubungannya bakal ketemu kalo memang pelakunya sudah tertangkap," jelas Rudy.
Sementara itu, agar kejadian perampokan dan tindak kejahatan jalanan tidak terjadi kembali. Polres Metro Jakarta Barat pun telah membentuk empat zona dalam tiap polsek, satu zonanya, akan menjadi tanggung jawab mutlak oleh anggota polsek.
Tak hanya itu, Rudi mengaku, pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari anggota terbaik reskrim di Polres dan tiap Polsek dengan tugas memburu pelaku kejahatan bersenjata api. "Jadi selain patroli, kami juga telah bentuk tim khusus," ucap Rudi.
"Saya sudah katakan kepada anggota kalau memang ada kejadian dan membahayakan petugas. Silahkan tembak di tempat. Kalau perlu tembak kepala," ucap Rudy usai pemusnahan 7.200 botol miras di Polsek Palmerah, Jumat (3/7/2015). (Baca: Perampok Berpistol Gasak Alfamidi Cengkareng)
Rudy mengakui, dari sekian jumlah kasus pengguna senpi (senjata api) yang ada, dirinya memberikan atensi terbesar terhadap perampokan Alfa Midi di Cengkareng, Senin 29 Juni 2016 lalu. Menurutnya hingga saat ini polisi sendiri tengah memburu ke lima pelaku yang telah merampok dan menembakan senjata itu. (Baca juga: Alfamidi Pondok Aren Dirampok, Penjaga Dibacok)
Rudy melanjutkan, mengenai motif ke lima pelaku dan hubungannya dengan rentetan kasus penjahat pengguna senjata api masih belum bisa diungkap. "Motif dan hubungannya bakal ketemu kalo memang pelakunya sudah tertangkap," jelas Rudy.
Sementara itu, agar kejadian perampokan dan tindak kejahatan jalanan tidak terjadi kembali. Polres Metro Jakarta Barat pun telah membentuk empat zona dalam tiap polsek, satu zonanya, akan menjadi tanggung jawab mutlak oleh anggota polsek.
Tak hanya itu, Rudi mengaku, pihaknya juga telah membentuk tim khusus yang terdiri dari anggota terbaik reskrim di Polres dan tiap Polsek dengan tugas memburu pelaku kejahatan bersenjata api. "Jadi selain patroli, kami juga telah bentuk tim khusus," ucap Rudi.
(ysw)