13.923 Jiwa Warga DKI Tempati 11 Rusunawa di Jaktim
Rabu, 01 Juli 2015 - 19:11 WIB
13.923 Jiwa Warga DKI Tempati 11 Rusunawa di Jaktim
A
A
A
JAKARTA - Sedikitnya 4.870 Kepala Keluarga (KK) atau 13.923 jiwa warga DKI Jakarta sudah menjadi penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), khususnya di Jakarta Timur. Jumlah itu terhitung sejak Januari hingga Juni 2015.
Kasudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur Ahmad Fauzi mengatakan, belasan ribu warga DKI yang masuk Rusunawa itu tidak hanya dari Jakarta Timur. Akan tetapi dari wilayah lain juga turut masuk ke Rusunawa di Jakarta Timur.
Terutama warga yang terkena relokasi program normalisasi kali dan waduk. Misalnya relokasi Waduk Pluit, Waduk Sunter dan sebagainya.
"Seluruh warga yang masuk ke Rusunawa, otomatis KTP dan KK-nya harus berubah, mengikuti domisili yang ada. Hal ini untuk tertib administrasi kependudukan dan tertib hunian. Dimana antara KTP, KK harus sama dengan domisilinya," kata Fauzi di Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Fauzi merinci, 13.923 jiwa ini masuk ke-11 Rusunawa di Jakarta Timur. Seperti Rusunawa Cakung Baratada 1.040 jiwa, Tipar Cakung 3.687 jiwa, Pinus Elok 2.892 jiwa, Komaruddin Penggilingan 1.475 jiwa.
Kemudian, Rusun Pulogebang Indah 1.326 jiwa, Pondok Bambu 265 jiwa, Cipinang Besar Selatan 1.091 jiwa. Selain itu Rusunawa Cipinang Muara II ada 905 jiwa, Pulo Jahe 486 jiwa, Jatinegara Kaum756 jiwa.
"Sedangkan untuk ke Rusunawa Jatinegara Barat, jumlah warga yang masuk belum terdata lantaran belum ada pembentukan RT/RW di Rusunawa tersebut. Rencananya setelah Lebaran Idul Fitri, pendataan dan pembuatan KTP, KK baru dilakukan, setelah seluruh warga relokasi Kampung Pulo masuk ke rusun tersebut," bebernya.
Fauzi menjelaskan, dari 13.923 jiwa itu masing-masing jiwa mendapatkan pelayanan kependudukan berbeda-beda. Di antaranya yang mendapatkan pelayanan KTP elektronik ada 449 jiwa, KTP reguler 8.007 jiwa dan akta lahir 497 jiwa.
"Kami melakukan layanan jemput bola, setelah warga masuk ke rusun selama seminggu. Kami layani kebutuhan administrasi kependudukan warga di rusun. Bagi warga yang tidak tercover, bisa datang ke kantor kelurahan setempat," tuturnya.
PILIHAN:
Ahok Janjikan Rusunawa untuk Warga Pinangsia
Ingin Bangun Rusunawa, DKI-PT KAI Sepakat Soal Ini
Agustus, DKI Mulai Pembangunan 21 Ribu Unit Rusunawa
Kasudin Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur Ahmad Fauzi mengatakan, belasan ribu warga DKI yang masuk Rusunawa itu tidak hanya dari Jakarta Timur. Akan tetapi dari wilayah lain juga turut masuk ke Rusunawa di Jakarta Timur.
Terutama warga yang terkena relokasi program normalisasi kali dan waduk. Misalnya relokasi Waduk Pluit, Waduk Sunter dan sebagainya.
"Seluruh warga yang masuk ke Rusunawa, otomatis KTP dan KK-nya harus berubah, mengikuti domisili yang ada. Hal ini untuk tertib administrasi kependudukan dan tertib hunian. Dimana antara KTP, KK harus sama dengan domisilinya," kata Fauzi di Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Fauzi merinci, 13.923 jiwa ini masuk ke-11 Rusunawa di Jakarta Timur. Seperti Rusunawa Cakung Baratada 1.040 jiwa, Tipar Cakung 3.687 jiwa, Pinus Elok 2.892 jiwa, Komaruddin Penggilingan 1.475 jiwa.
Kemudian, Rusun Pulogebang Indah 1.326 jiwa, Pondok Bambu 265 jiwa, Cipinang Besar Selatan 1.091 jiwa. Selain itu Rusunawa Cipinang Muara II ada 905 jiwa, Pulo Jahe 486 jiwa, Jatinegara Kaum756 jiwa.
"Sedangkan untuk ke Rusunawa Jatinegara Barat, jumlah warga yang masuk belum terdata lantaran belum ada pembentukan RT/RW di Rusunawa tersebut. Rencananya setelah Lebaran Idul Fitri, pendataan dan pembuatan KTP, KK baru dilakukan, setelah seluruh warga relokasi Kampung Pulo masuk ke rusun tersebut," bebernya.
Fauzi menjelaskan, dari 13.923 jiwa itu masing-masing jiwa mendapatkan pelayanan kependudukan berbeda-beda. Di antaranya yang mendapatkan pelayanan KTP elektronik ada 449 jiwa, KTP reguler 8.007 jiwa dan akta lahir 497 jiwa.
"Kami melakukan layanan jemput bola, setelah warga masuk ke rusun selama seminggu. Kami layani kebutuhan administrasi kependudukan warga di rusun. Bagi warga yang tidak tercover, bisa datang ke kantor kelurahan setempat," tuturnya.
PILIHAN:
Ahok Janjikan Rusunawa untuk Warga Pinangsia
Ingin Bangun Rusunawa, DKI-PT KAI Sepakat Soal Ini
Agustus, DKI Mulai Pembangunan 21 Ribu Unit Rusunawa
(mhd)