Pengurus PKB Jombang yang Ditembak Perampok Masih Kritis
Jum'at, 26 Juni 2015 - 13:22 WIB
Pengurus PKB Jombang yang Ditembak Perampok Masih Kritis
A
A
A
JOMBANG - Hingga Jumat (26/6/2015) siang, Pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang Hadi Atmaji, yang ditembak oleh kawanan perampok masih dalam kondisi kritis.
Sampai saat ini, tim medis RSUD Jombang belum dapat mengeluarkan dua proyektil peluru yang masih bersarang di tubuh korban.
Direktur RSUD Jombang dr Puji Umbaran menjelaskan, saat ini masih ada dua proyektil peluru yang masih bersarang di tubuh korban, yakni di bagian tangan dan kakinya.
Tim medis belum dapat melakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut karena kondisi korban yang masih belum memungkinkan.
Jika kondisinya sudah membaik, barulah tim medis akan melakukan operasi kembali untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut.
Dia menambahkan, di bagian tubuh korban terdapat empat luka tembak, di antaranya adalah di tangan, paha, dan perut. Bahkan, tembakan di perut tembus sampai keluar melewati punggung.
"Akibatnya, usus korban harus dioperasi dan dijahit," katanya.
Sementara, polisi yang menangani kasus ini mengaku masih kesulitan mengungkap siapa pelaku perampokan dan penembakan tersebut.
Penyebabnya, CCTV yang ada di depan rumah korban ternyata tidak menyala saat peristiwa tersebut terjadi.
Namun, dari cara beraksi, polisi memastikan bahwa para pelaku bukanlah anggota kelompok teroris, tetapi murni kriminal biasa.
"Polisi masih akan terus memburu para pelaku perampokan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Haryanto.
Polisi juga mengimbau pada masyarakat agar lebih berhati-hati dan meminta pengawalan pada polisi jika mengambil uang di bank karena saat ini kawanan perampok bersenpi masih terus berkeliaran.
PILIHAN:
Politisi PKB Ditembaki Perampok, Uang Rp270 Juta Dibawa Kabur
Sampai saat ini, tim medis RSUD Jombang belum dapat mengeluarkan dua proyektil peluru yang masih bersarang di tubuh korban.
Direktur RSUD Jombang dr Puji Umbaran menjelaskan, saat ini masih ada dua proyektil peluru yang masih bersarang di tubuh korban, yakni di bagian tangan dan kakinya.
Tim medis belum dapat melakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut karena kondisi korban yang masih belum memungkinkan.
Jika kondisinya sudah membaik, barulah tim medis akan melakukan operasi kembali untuk mengeluarkan proyektil peluru tersebut.
Dia menambahkan, di bagian tubuh korban terdapat empat luka tembak, di antaranya adalah di tangan, paha, dan perut. Bahkan, tembakan di perut tembus sampai keluar melewati punggung.
"Akibatnya, usus korban harus dioperasi dan dijahit," katanya.
Sementara, polisi yang menangani kasus ini mengaku masih kesulitan mengungkap siapa pelaku perampokan dan penembakan tersebut.
Penyebabnya, CCTV yang ada di depan rumah korban ternyata tidak menyala saat peristiwa tersebut terjadi.
Namun, dari cara beraksi, polisi memastikan bahwa para pelaku bukanlah anggota kelompok teroris, tetapi murni kriminal biasa.
"Polisi masih akan terus memburu para pelaku perampokan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Haryanto.
Polisi juga mengimbau pada masyarakat agar lebih berhati-hati dan meminta pengawalan pada polisi jika mengambil uang di bank karena saat ini kawanan perampok bersenpi masih terus berkeliaran.
PILIHAN:
Politisi PKB Ditembaki Perampok, Uang Rp270 Juta Dibawa Kabur
(zik)