Apa Kabar Kasus Ahuna, Siswi SD yang Tewas di Bak Mandi
Minggu, 21 Juni 2015 - 10:24 WIB
Apa Kabar Kasus Ahuna, Siswi SD yang Tewas di Bak Mandi
A
A
A
SEMARANG - Mencuatnya kasus pembunuhan terhadap Angeline di Denpasar seolah membuka ingatan warga Semarang, terhadap kasus pembunuhan bocah SD bernama Ahuna Tri Lestrai (11) yang terjadi 2009 atau tepat enam tahun lalu.
Berbeda dengan pembunuhan Angeline yang dapat diungkap polisi dalam hitungan hari, kasus Ahuna seperti menarik perhatian polisi karena hingga saat ini jangankan menangkap pelaku, kabar pun tak pernah lagi terdengar.
"Sampai sekarang belum terungkap. Waktu awal-awal sempat komunikasi di enam bulan pertama sama polisi. Tapi sekarang sudah tidak pernah lagi polisi tanya kasus itu ke saya," kata Sumarno ayah kandung Ahuna yang ikut menghadiri acara mengenang enam tahun Ahuna di Car Free Day.
Ia sendiri kebingungan bagaimana menanyakan perkembangan kasusnya, apakah masih ditangani atau tidak. Sumarno mengaku sempat bertanya ke tetangganya yang seorang polisi.
"Tugasnya di lalu lintas. Sempat ngomong pembunuhnya lari ke Medan, ke Lampung. Tapi kok tidak ditangkap ya, apa polisi kerjanya enggak serius atau bagaimana. Wong yang mutilasi saja bisa diungkap, kenapa anak saya ini tidak bisa diungkap (pelakunya)," tambah Sumarno.
Ahuna ditemukan tewas di bak mandi rumah bibinya Sumiyem di Jalan Borobudur Utara Raya nomor 57 RT5/RW7, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Selasa 2 Juli 2009 sekitar pukul 16.30 WIB Tubuh korban terbenam di bak mandi dan tubuhnya tertindih sebuah barbel.
Saat itu Sumiyem tidak ada di rumah sedang berjualan di pasar. Ahuna sendirian di rumah. Namun belum tahu pasti siapa pelakunya maupun kronologisnya.
Sumiyem diketahui baru saja menjual tanah sekira Rp120 juta sebelum Ahuna akhirnya ditemukan tewas. Uang itu disimpan di bank.
Diduga pelakunya berniat mengambil uang itu saat masuk ke rumah korban. Namun gagal, dan dipergoki Ahuna. Korban Ahuna sehari-hari tinggal bersama Sumiyem, sebab ibunda kandung meninggal dunia saat melahirkannya.
"Ahuna itu kelahiran 1997, kejadiannya tahun 2009. Saya berharap pelakunya bisa ditangkap," tutup Sumarno.
Berbeda dengan pembunuhan Angeline yang dapat diungkap polisi dalam hitungan hari, kasus Ahuna seperti menarik perhatian polisi karena hingga saat ini jangankan menangkap pelaku, kabar pun tak pernah lagi terdengar.
"Sampai sekarang belum terungkap. Waktu awal-awal sempat komunikasi di enam bulan pertama sama polisi. Tapi sekarang sudah tidak pernah lagi polisi tanya kasus itu ke saya," kata Sumarno ayah kandung Ahuna yang ikut menghadiri acara mengenang enam tahun Ahuna di Car Free Day.
Ia sendiri kebingungan bagaimana menanyakan perkembangan kasusnya, apakah masih ditangani atau tidak. Sumarno mengaku sempat bertanya ke tetangganya yang seorang polisi.
"Tugasnya di lalu lintas. Sempat ngomong pembunuhnya lari ke Medan, ke Lampung. Tapi kok tidak ditangkap ya, apa polisi kerjanya enggak serius atau bagaimana. Wong yang mutilasi saja bisa diungkap, kenapa anak saya ini tidak bisa diungkap (pelakunya)," tambah Sumarno.
Ahuna ditemukan tewas di bak mandi rumah bibinya Sumiyem di Jalan Borobudur Utara Raya nomor 57 RT5/RW7, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, pada Selasa 2 Juli 2009 sekitar pukul 16.30 WIB Tubuh korban terbenam di bak mandi dan tubuhnya tertindih sebuah barbel.
Saat itu Sumiyem tidak ada di rumah sedang berjualan di pasar. Ahuna sendirian di rumah. Namun belum tahu pasti siapa pelakunya maupun kronologisnya.
Sumiyem diketahui baru saja menjual tanah sekira Rp120 juta sebelum Ahuna akhirnya ditemukan tewas. Uang itu disimpan di bank.
Diduga pelakunya berniat mengambil uang itu saat masuk ke rumah korban. Namun gagal, dan dipergoki Ahuna. Korban Ahuna sehari-hari tinggal bersama Sumiyem, sebab ibunda kandung meninggal dunia saat melahirkannya.
"Ahuna itu kelahiran 1997, kejadiannya tahun 2009. Saya berharap pelakunya bisa ditangkap," tutup Sumarno.
(nag)