Mau Sehat? Yuk Cicipi Tofu Inoki

Minggu, 21 Juni 2015 - 09:17 WIB
Mau Sehat? Yuk Cicipi...
Mau Sehat? Yuk Cicipi Tofu Inoki
A A A
Memasuki bulan Ramadan, berbagai resto dan hotel berlomba-lomba menyajikan beragam menu khas bulan suci. Varian menu, mulai Western, Tiongkok, hingga kuliner Nusantara, ikut ditawarkan para chef.

Di antaranya menu-menu tersebut terdapat menu sehat yang cocok dijadikan program diet bagi para penyuka tofu. Seperti yang diracik Forest Kitchen and Gelato di Jalan Laksda Adisucipto No 48, Yogyakarta. Para juru masaknya mempromosikan menu tofu inoki. Tidak seperti tofu yang sering kita jumpai di pasaran, untuk menghasilkan cita rasa maksimal Forest Resto membuat sendiri olahan tofunya. Tofu inoki terbuat dari tofu handmade yang menggunakan dua bahan dasar, yaitu sari kedelai dan telur.

Secara keseluruhan menu ini bisa juga disebut tahu telur karena ada perpaduan dua bahan tersebut di dalamnya. Proses memasaknya terbilang tidak rumit, hanya dikukus sebentar. “Keunikan menu yang cukup banyak dipesan pengunjung ini, selain terletak pada tofu yang dibuat sendiri, juga jamur inoki yang digunakan. Jamur inoki adalah jamur putih berukuran panjang,” ungkap Chef Forest Kitchen and Gelato Rudi Hartanto kemarin seraya menambahkan, proses memasaknya, tofu dipotong dadu ukuran 6 x 5 cm, kemudian digoreng dengan minyak bersuhu panas.

Setelah proses tersebut selesai, lanjut dia, tofu disiram menggunakan saus tiram kemudian diberi topping jamur inoki. Proses memasaknya sendiri hanya membutuhkan waktu lima menit. Warna masakan tofu inoki ini kecokelatan dan dapat dinikmati empat orang. Menu seharga Rp35.000 ini diminati banyak orang, terutama kalangan orang tua karena mengandung banyak serat dan cocok bagi mereka yang mau memulai program diet.

Alasannya, masakan ini tidak banyak mengandung bahan-bahan berlemak. Tofu inoki memiliki dominan rasa manis gurih, manis perpaduan dari saus dan tofu yang diolah. Sedangkan, rasa gurih berasal dari jamur inokinya. Chef Rudi menginformasikan salah satu tantangan membuat tofu handmade ini terletak pada proses pengerjaan adonan tofu saat masih cair.

“Suhu yang digunakan ketika mengolah adonan tofu tidak boleh terlalu panas. Jika suhu terlalu panas akan merusak tekstur tofu yang lembut dan membuat tekstur tofu pecah sehingga menyebabkan lubang-lubang di dalamnya,” jelasnya. Supervisor Forest Kitchen and Gelato Pipiet mengatakan, selain makanan, pada bulan ini kami juga mengeluarkan minuman khas yang hanya bisa ditemui selama puasa. Minuman tersebut adalah minuman mocktail blueRamadhan.

“Minuman ini adalah es mocktail tapi esnya tidak terlalu banyak, rasa minuman ini manis cocok untuk berbuka puasa. Bahan dasar pembuatan blue Ramadhan adalah kurma dan madu. Kurma dan madu diblend, kemudian ditambahkan sirup. Minuman ini cocok untuk pengunjung yang hobi dengan minuman manis-manis,” tambahnya.

Windy Anggraina
Yogyakarta
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
7 jam yang lalu
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
8 jam yang lalu
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
9 jam yang lalu
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
10 jam yang lalu
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
11 jam yang lalu
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
11 jam yang lalu
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved