Akreditasi PAUD Masih Rendah

Sabtu, 20 Juni 2015 - 11:21 WIB
Akreditasi PAUD Masih...
Akreditasi PAUD Masih Rendah
A A A
PALEMBANG - Sekretaris Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF), Perdana Afif Luthfy mengatakan pemetaan kualitas pendidikan dari lembaga PNF mendesak saat ini.

“Sumsel termasuk provinsi yang grafik akreditasinya tidak tinggi dibandingkan PAUD di Jawa. Tapi kami akui, secara nasional memang jumlah PAUD yang terakreditasi baru 5% dari 200.000 unit yang ada di Indonesia,” ungkapnya usai mengisi sosialisasi akreditasi PAUD di aula Disdikpora Palembang kemarin. Oleh karena itu, pemerintah secara intens memberikan sosialisasi dan lokakarya akreditasi kepada pengelola PAUD di 16 provinsi.

Khusus Provinsi Sumsel dipusatkan di Kota Pa lembang karena diketahui populasi PNF-nya lebih banyak dibandingkan kab/kota lain. Menurutnya, masyarakat perlu me mahami banyaknya keun tungan dengan dimilikinya sta tus akreditasi. “Dengan akre d itasi satuan lembaga PAUD, kami bisa melihat kualitas PAUD di daerah sehingga bisa menjadi pemetaan bagi Ke mendikbud untuk pembinaan ke depan,” ujarnya.

Menurut dia, kendala rendah nya akreditasi karena pengembangan pendidikan PAUD masih terfokus pada peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), sementara pembinaan dan penjaminan mutu pendidik an di daerah belum menjadi konsentrasi pemerintah. Diakuinya, antusias pengelola PAUD di Sumsel dalam mengajukan akreditasi sudah tinggi.

Hanya saja, kuota yang disiapkan pemerintah masih belum mencukupi. “Ini juga menjadi kendala, kuota anggaran yang disiapkan pemerintah terbatas. Tahun lalu hanya untuk 1.000 unit, tahun ini 5.000, dan tahun depan 20.000. Jika konsisten setiap tahun kuota bisa 20 - .0000, 5-10 tahun ke depan seluruh PAUD bisa t erak - reditasi,” sebutnya.

Dalam kesempatan ter sebut, Ketua Himpaudi Pa lembang, Murnia mengakui, di wilayah Palembang masih banyak PAUD yang belum terakreditasi. Pihaknya terus mengupayakan peningkatan kualitas sum ber daya manusia dan penunjang lainnya agar PAUD ke depan bisa lebih maju. Selain itu, akan diupayakan pula melakukan berbagai kegiatan baik berupa seminar atau pelatihan untuk memperkaya peng eta huan sumber daya manusia yang berkecimpung didunia PAUD.

Tidak bisa dipungkiri, kata Murnia, dana menjadi salah satu kendala dalam peng embangan PAUD. Meski demikian, pihaknya tetap akan berusaha mengembangkan PAUD. “Kami tentu tetap berharap ada peran aktif dan partisipasi pemerintah daerah. Terutama mengenai fasilitas dan pendanaan,” katanya.

yulia savitri
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
17 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
21 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
3 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved