Warga Bekasi Kekeringan, Air Tanah Disedot Perusahaan Swasta

Selasa, 16 Juni 2015 - 17:13 WIB
Warga Bekasi Kekeringan,...
Warga Bekasi Kekeringan, Air Tanah Disedot Perusahaan Swasta
A A A
BEKASI - Kendati baru memasuki musim kemarau, warga di Bekasi Utara mulai dilanda kekeringan. Pemkot Bekasi mengaku sudah melarang perusahaan swasta untuk menggunakan air tanah.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Dadang Hidayat mengatakan, tahun ini perusahaan baru dilarang memakai air bawah tanah. Hanya 537 perusahaan yang bisa mendapatkan air bawah tanah.

"Sudah dilarang untuk perusahaan baru yang akan menggunakan air bawah tanah, khusus untuk Bekasi Utara dan Bekasi Timur. Karena dua kecamatan itu sangat memprihatinkan kondisi air tanah sekarang," katanya kepada wartawan, Selasa (16/6/2015).

Dadang menambahkan, air bawah tanah yang dipakai pihak industri kini sudah mencapai tujuh juta meter kubik dalam setahun. Alhasil, debit air di dasar tanah terus mengalami kekurangan. Pasalnya, sehari air yang dipakai industri kisaran 19 ribu meter kubik.

Padahal, Pemkot Bekasi sudah menghimbau kepada seluruh perusahaan agar menggunakan sumur injektion, atau sumur keluar masuk air. Bahkan, untuk mengantisipasi minimnya pasokan air bawah tanah, pihaknya menyiapkan 45 sumur resapan.

Dadang menjelaskan, tahun 2015 ini sudah ada penambahan baru sumur resapan yang dibangun oleh pemerintah daerah yakni 102 sumur. BPLH belum bisa memprediksi pasokan air bawah tanah di Kota Bekasi terus mengalami penurunan.

Karena, kata dia, setiap tahunnya persediaan air bawah tanah dipakai untuk keperluan perusahaan dengan cara sembunyi-sembunyi. "Kebanyakan mereka diam-diam memakai sumur resapan diluar prosedur. Bagi perusahaan yang mendapatkan izin pemakaian sumur resapan harus ada persyaratanya," tukasnya.

PILIHAN:

Kemarau, Ketinggian Air Bendung Katulampa Nol Centimeter

Hadapi Kekeringan, MUI Ajak Masyarakat Salat Istisqo

Kekeringan di Tangerang Terburuk Dalam Satu Dekade
(ysw)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
37,7% Wilayah Indonesia...
37,7% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, BMKG: Waspada Dampak Kekeringan
BMKG Laporkan 21 Daerah...
BMKG Laporkan 21 Daerah di Indonesia Tidak Hujan Selama 2 Bulan Lebih
BMKG Laporkan 63% Wilayah...
BMKG Laporkan 63% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Akhir Juli 2023
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
4 jam yang lalu
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
5 jam yang lalu
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
5 jam yang lalu
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
5 jam yang lalu
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
7 jam yang lalu
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
12 jam yang lalu
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved