Srikaton dan Megang Sakti Disisir

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:10 WIB
Srikaton dan Megang...
Srikaton dan Megang Sakti Disisir
A A A
MUARABELITI - Mencegah adanya permainan spekulan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), menyisir Pasar Tradisional B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, kemarin.

Dikatakan Kepala Disper indagsar Kabupaten Mura Bambang Her manto, sidak ini penting mengantisipasi adanya per main an spekulan terhadap se jumlah kebutuhan pokok menje lang bulan suci Ramadan. “Kita tidak ingin ada spe ku lan yang memanfaatkan situasi sehingga terjadi fluktuasi harga yang cukup signifikan,” jelas Bam bang usai melakukan si -dak.

Menurutnya, tidak ada ge jo lak kenaikan harga sembako yang cukup signifikan karena da ya beli masyarakat sangat tu run dibandingkan tahun se be lum nya. Dampak ini secara na sio nal dirasakan untuk daya beli, apalagi di Pasar Tradisional Mura kebutuhan sembako bia sa nya terpenuhi dari hasil pertanian masyarakat sekitar.

Seperti, padi, jagung, sayurmayur, ikan, dan daging. Hanya se dikit saja yang berasal dari luar, seperti cabai, bawang, dan ikan. Saat sidak dia mengaku, men dapat masukan dari para pe dagang yang menginginkan adanya boks penyimpanan ikan (freezer) sehingga pedagang bisa melakukan menyimpan ikan dalam jumlah banyak untuk stok. “Saat ini tidak ditemukan ada nya spekulan. Kenaikan har ga yang ada masih normal bahkan tidak naik cukup signifikaan,” jelas dia.

Kalaupun ada kenaikan hanya terjadi sekitar 10%. Seperti, daging sapi yang biasanya Rp90.000 per kilogram menjadi Rp100.000, per kilogram. Bahkan, stok daging masih aman tidak ada lonjakan cukup sig nifikan. “Sidak hari ini dilakukan di dua lokasi pasar, yakni Pasar B Sri katon dan Pasar Megang Sakti. Tidak ada ditemukan tinda kan curang yang dilakukan para pedagang, “ kata Bambang.

Sementara itu, Maryono, 30, pedagang daging sapi di Pasar B Srikaton mengatakan, terjadi pe nurunan daya beli di masyarakat. Sebab, biasanya untuk sapi yang dipotong sebelum masuk bulan suci Ramadan men capai tiga ekor. Namun, sekarang satu ekor saja belum habis terjual. “Menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Bah kan, harga per kilogram naik cuma Rp10.000, dari harga jual se belum nya Rp90.000 per ki logram,” jelas Maryono.

Sementara, Abu Rahman, 32, pedagang ikan mengaku, yang banyak diserbu menjelang bulan puasa kali ini adalah ikan jenis sarden kembung dan ikan tongkol. “Ikan-ikan ini sangat diburu. Karena harga yang murah dan cukup menarik saat dikonsumsi,” pungkasnya.

Hengky chandra agoes
(ftr)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
1 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
2 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
2 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
3 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved