PSK Kedung Banteng Berkemas, Mucikari Tunggu Kepastian Nasib

Rabu, 10 Juni 2015 - 02:07 WIB
PSK Kedung Banteng Berkemas,...
PSK Kedung Banteng Berkemas, Mucikari Tunggu Kepastian Nasib
A A A
PONOROGO - Sebagian Pekerja Seks Komersial (PSK) eks lokalisasi Kedung Banteng, Ponorogo, mulai mengemasi barang-barangnya. Mereka mulai bersiap untuk pulang ke daerahnya masing-masing pasca penutupan secara resmi pasar prostitusi di perbatasan Ponorogo-Magetan ini.

Desi (37) dan Tika (31) para PSK yang mengaku berasal dari Wonogiri menyatakan, mereka sengaja segera bersiap-siap untuk pulang kampung karena sejak Jumat 5 Juni lalu mereka sudah menerima uang pesangon dari pemerintah.

“Sudah ditransfer kok, kami termasuk yang awal menerima. Makanya langsung pulang saja. Itung-itung turun mesinlah di rumah nanti,” ujar Tika, Selasa (9/6/2015).

Sedangkan menurut Desi, dia ingin segera pulang karena selain dananya sudah memang diterima, dia yakin tidak ada lagi tamu yang datang karena jelas sudah ditutup. Dia sudah tidak bisa berharap ada pendapatan dari pekerjaan yang selama ini dilakoninya.

"Pulang, kembali ke rumah orang tua. Saya juga sudah sangat rindu sama anak semata wayang saya. Kasihan, sampai usia SMP tidak pernah saya asuh sendiri,” ungkap wanita bertubuh subur ini.

Sedangkan Ani (42) PSK asal Tulungagung, mengatakan masih akan bertahan di lokalisasi meski telah resmi ditutup.

Dia menyatakan belum mendapatkan kabar soal transfer dana dari pemerintah ke rekeningnya. Padahal dia sudah menyetorkan nomor rekening dan buku tabungan ke pihak pendamping.

“Ada tamu apa nggak saya masih akan tetap di sini sampai duit ditransfer. Terus terang, saya tidak pegang uang sama sekali. Saya juga masih punya tanggungan utang ke seseorang dan belum saya bayar. Kasihan kalau saya ngemplang (tidak bayar),” ujarnya.

Sementara sejumlah mucikari mengaku masih bimbang dengan nasib mereka. Sejak beberapa waktu lalu mereka mendapat kabar akan diberi pesangon sebesar Rp4,5 juta tiap orang. Namun, hingga lokalisasi resmi ditutup, kabar itu hanya tinggal kabar.

“Lumayan buat nambahi modal. Tapi sebenarnya jumlah itu tidak cukup untuk keluar dari sini. Bagaimana rumah yang kami bangun ini, kan semua dari uang kami sendiri. Di luar kami sudah tidak ada rumah, warisan sudah dijual untuk membangun di sini,” ungkap MM, salah satu mucikari dibenarkan para mucikari lain.

Para mucikari berharap Pemkab Ponorogo tidak mengabaikan nasib mereka. “Artinya ya ada pesangon buat kami begitu lah kira-kira,” ucap TO, mucikari lain.

Kepala Dinsosnakertrans Ponorogo Sumani menyatakan, untuk para PSK, uang pesangon memang diserahkan secara bergiliran. Semua tergantung kecepatan dari masing-masing bank dan juga hal-hal lain yang harus dipenuhi.

Sedangkan terkait uang pesangon bagi mucikari, Sumani mengatakan masih akan dibahas bersama pihak terkait.

“Kalau menurut aturan, mucikari tidak mendapat pesangon atau apapun. Tapi berlandaskan rasa peri kemanusiaan, kami sedang berupaya agar tetap bisa memberikan dana modal untuk mereka. Kami berharap mereka (mucikari) bersabar, tenang. Yakinlah dana itu ada, kami masih pikirkan cara agar tidak menabrak aturan,” ungkap Sumani.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
Berita Terkini
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
15 menit yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
23 menit yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
38 menit yang lalu
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Hapus Sanksi Administratif PKB dan BBNKB
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
2 jam yang lalu
Infografis
Nasib Para Tentara Bayaran...
Nasib Para Tentara Bayaran Wagner Group Disegel Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved