DPRD Minta Bongkar, Dinas TRTB Tak Setuju

Selasa, 09 Juni 2015 - 10:17 WIB
DPRD Minta Bongkar,...
DPRD Minta Bongkar, Dinas TRTB Tak Setuju
A A A
MEDAN - Kepala Dinas (Kadis) Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, Sampurno Pohan, menolak membongkar bangunan Vihara Dharma Santi Metta yang ambruk pekan lalu hingga membuat belasan pekerja luka-luka. “Untuk apa dibongkar kalau tidak ada yang kerja lagi.

Jadi, distanvaskan saja,” ungkapnya saat ditemui KORAN SINDO MEDAN di gedung DPRD Kota Medan, kemarin. Tapi klaim Sampurno bahwa aktivitas pembangunan sudah tidak ada, ternyata salah. Fakta di lapangan justru berbeda. Sejumlah pekerja masih terlihat melanjutkan penyelesaian wihara tersebut.Tentunya, pengerjaan itu tidak mungkin inisiatif dari pekerja, melainkan perintah dari pengembang.

Padahal, IMB-nya hingga kini belum ada. Bahkan, permohonan perubahan peruntukan lahan bangunan wihara yang diusulkan Yayasan Vihara Dharma Santi Metta, hingga kini belum juga disetujui. Bahkan, anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala, sudah meminta permohonan perubahan peruntukan lahan bangunan Vihara Dharma Santi Metta yang akan diparipurnakan DPRD pada 24 Juni mendatang, dibatalkan atau ditolak. Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Ahmad Arif, kembali meminta Dinas TRTB segera membongkar bangunan wihara itu lantaran pengembang terkesan membandel.

“Kami minta itu dibongkar. Tidak ada istilah distanvaskan. Kami sudah tinjau ke lap-angan, bangunannya tetap dikerjakan. Kalau tidak dibongkar, lebih baik Kadis TRTB Kota Medan(SampurnoPohan), mundur dari jabatannya,” ujarnya. Dia meminta pembongkaran dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa hanya sekadarnya. Bangunan tersebut harus dibongkar sampai rata dengan tanah.

Jangan sampai ada perlakuan khusus yang diberikan Dinas TRTB kepada bangunan yang berada di Kompleks Pertokoan Central Bisnis District (CBD), Kecamatan Medan Polonia, itu. “Meskipun sudah memakan korban, sepertinya pengembang tidak memedulikan situasi tersebut. Kami sangat kesal dengan kondisi ini. Tidak punya malu, ada apa ini? Padahal sudah di-police line .

Kami minta jangan ada perlakuan khusus dengan CBD. Kami juga minta semua bangunan berdiri di kompleks pertokoan tersebut dikaji ulang. Semua izinnya perlu ditinjau ulang,” ucapnya. Menurut Arif, apabila bangunan wihara itu terus dibiarkan, berarti dugaan adanya permainan sangat kuat. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait diduga menerima gratifikasi dari pihak pengembang, sehingga membiarkan pembangunan berlangsung terus sampai tuntas.

“Kalau tidak dibongkar, berarti ada sesuatu di balik itu. Kami menduga ada gratifikasi,” ucapnya. Sementara anggota Komisi D DPRD Kota Medan lainnya, Parlaungan Simangunsong, menambahkan, Pemko Medan seharusnya mengecek ulang terkait legalitas seluruh perizinan bangunan yang ada di kompleks CBD.

“Ini sangat memalukan. Peletakan batu pertama pembangunan sudah dilakukan. Padahal, belum memiliki IMB dan perubahan peruntukan,” ujarnya.

Reza shahab
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Olah TKP Kematian Sutrimo,...
Olah TKP Kematian Sutrimo, Polisi Cari Saksi dan CCTV
32 menit yang lalu
Pakar: Meski Berdamai,...
Pakar: Meski Berdamai, 3 Oknum Polda Jabar di Kasus Alphard Tetap Harus Diproses Etik
35 menit yang lalu
Pembebasan Denda PBB-P2...
Pembebasan Denda PBB-P2 Berlaku hingga 31 Desember 2026, Simak Ketentuannya
37 menit yang lalu
Guru Besar Ilmu Hukum...
Guru Besar Ilmu Hukum Tolak Ide Dedi Mulyadi soal Sayembara Tangkap Begal
2 jam yang lalu
Kebakaran Rumah di Kayu...
Kebakaran Rumah di Kayu Putih Jaktim, 2 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Kisah Londo Ireng, Antek...
Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved