Jenazah ABK Korban Perbudakan Akhirnya Tiba

Senin, 08 Juni 2015 - 09:29 WIB
Jenazah ABK Korban Perbudakan...
Jenazah ABK Korban Perbudakan Akhirnya Tiba
A A A
SLAWI - Lima jenazah Anak Buah Kapal (ABK) yang diduga menjadi korban perbudakan di kapal Taiwan akhirnya dipulangkan setelah sempat tertunda.

Salah satu ABK yang dipulangkan, Rasjo Lamtoro, 33, tiba di rumahnya di Jalan Teri II RT 04 RW 06 Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal kemarin sekitar pukul 06.15 WIB. Jenazah diantar oleh staf Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2- TKI), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan perusahaan penyalur. Jenazah Rasjo tampak dibungkus peti kayu dan dibawa menggunakan mobil ambulans.

Setibanya di rumah duka, jenazah pria lajang itu disambut oleh ibu serta sejumlah saudara dan kerabat yang sudah menunggu sejak malam hari. Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal Algunto mengatakan pihak perusahaan penyalur dan pemilik kapal akan segera memenuhi hak-hak Rasjo sebagai ABK, seperti asuransi kematian dan hak lainnya. "Kalau gaji sudah dibayarkan seluruhnya," ujar dia.

Staf Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu Sukarna mengatakan, jenazah para ABK awalnya akan dipulangkan pada Minggu (31/5). Namun karena sejumlah dokumen yang diperlukan belum lengkap, pemulangan jenazah tertunda. "Setelah dilengkapi baru bisa dipulangkan untuk dimakamkan di tempat tinggalnya hari ini," ujar Sukarna. Salah satu kakak Rasjo, Darham menyatakan, keluarga sudah mengikhlaskan kematian Rasjo dan tidak memiliki tuntutan apa-apa.

"Penyebab kematian yang diberitahukan ke kami karena sakit," ujarnya, kemarin. Seperti diketahui, lima ABK tewas diduga menjadi korban perbudakan di kapal kargo asal Taiwan. Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Tegal dan Brebes yakni Rasjo Lamtoro, 33, warga Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi dan Sardi, 25, warga Desa Jatirokeh, Kecamatan Songgom. Berdasarkan informasi yang diterima BP3TKI, Rasjo diberangkatkan sebagai ABK di kapal kargo Taiwan melalui PT Anugerah Bahari Pasific.

Sedangkan Sardi diberangkatkan melalui PT Sumber Putra Abadi. Kedua perusahaan tersebut berada di Kabupaten Pemalang. Adik Rasjo, Daryuni, 32, mengatakan, terakhir kali keluarga berkomunikasi dengan Rasjo pada Maret 2014, melalui sambungan telepon. Setelah itu keluarga tak pernah bisa berkomunikasi lagi dengan anak kelima dari enam bersaudara itu.

"Katanya makannya kurang karena tidak pernah makan nasi. Makannya ikan terus setiap hari," kata Daryuni saat ditemui beberapa waktu lalu. Selain tidak mendapat makanan yang layak, Rasjo bersama ABK lainnya juga dipaksa untuk bekerja terus-menerus dan hanya diberi waktu istirahat selama dua jam setiap hari. "Tenaga diperas, dipukuli juga oleh bosnya," ungkap Daryuni.

Farid firdaus
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
15 menit yang lalu
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
32 menit yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
55 menit yang lalu
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
3 jam yang lalu
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Awan Panas Meluncur Sejauh 1,7 Km dari Puncak, Status Siaga!
4 jam yang lalu
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved