Berkelahi dengan Warga Thailand, Remaja Kendal Dibuang ke Laut

Jum'at, 05 Juni 2015 - 14:55 WIB
Berkelahi dengan Warga...
Berkelahi dengan Warga Thailand, Remaja Kendal Dibuang ke Laut
A A A
BANTUL - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kendal, Jawa Tengah, ditemukan mengapung di tengah laut. Laki-laki asal Tegal bernama Didik Miftaful Arifin (16) ini pertama ditemukan oleh Riyanto Akip Saputro dan Fajar Haryadi.

"Saya sama Fajar berusaha mengangkatnya. Lantas kami lapor ke Posko SAR," paparnya, kepada wartawan, Jumat (5/6/2015).

Ditambahkan dia, saat itu dia bersama dengan rekannya Fajar sedang berjalan-jalan di tepi Pantai Parangkusumo, lantas melihat korban mengapung di tengah laut berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Setelah sampai di pinggir pantai, korban lantas berteriak-teriak minta tolong. Keduanya langsung berusaha menolong korban.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan lemah dan terlalu banyak minum air laut. Petugas SAR Pantai Parangtritis yang mengevakuasi nampaknya tak sanggup menangani korban," terangnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Rachma Husada, di Jalan Parangtritis, KM 13.

Saat kondisinya mulai pulih, Didik Miftahul Arifin (16) mengaku tinggal di Dusun Masiran, Desa Kaligading, RT 3/2, Kecamatan Bajo Kendal, Kabupaten Kendal.

Dia mengaku dibuang oleh kapal berbendera Indonesia, KM Merdeka Indah. Dia bersama 24 ABK yang lain baik Warga Negara Indonesia (WNI) ataupun Warga Negara Asing (WNA).

"Kami berangkat dari Toli-Toli, Sulawesi, dengan tujuan Pontianak. Kami Mengangkut bambu," paparnya.

Nahas, saat di tengah laut korban bertengkar dengan ABK warga negara Thailand. Korban kemudian dibuang ke tengah laut dan terapung-apung di tengah laut dan akhirnya terdampar di Pantai Parangkusumo.

Dia mengaku terapung-apung di tengah laut selama 12 hari tanpa pelampung dan hanya mengandalkan jaket parasut yang dia kenakan.

Berdasarkan pengamatannya, di kapal tersebut ada 20 orang WNA masing-masing 10 orang warga Thailand dan 10 orang warga Malaysia. Sementara empat orang lainnya warga Indonesia.

"Saat itu, saya hanya mengandalkan air hujan dan air laut. Pikiran saya pasti mati," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Beberapa Tahapan yang...
Beberapa Tahapan yang Dirasakan Tubuh Saat Meninggal Tenggelam
2 Hari Tenggelam di...
2 Hari Tenggelam di Kali Bayur, Musa Ditemukan Meninggal Dunia
Hendak Menjala Ikan...
Hendak Menjala Ikan di Bendungan, Pelajar SMP di Bone Tewas Tenggelam
Hendak Selfi, Pengunjung...
Hendak Selfi, Pengunjung Pantai Logending Kebumen Tenggelam
Update Operasi Pencarian...
Update Operasi Pencarian Korban Kapal Tenggelam, 42 Orang Belum Ditemukan
Terpeleset, Dua ABG...
Terpeleset, Dua ABG Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi Upper Komering
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
2 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
4 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
7 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
9 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved