Yogya Peringkat 4 Perokok Nasional

Senin, 01 Juni 2015 - 10:21 WIB
Yogya Peringkat 4 Perokok...
Yogya Peringkat 4 Perokok Nasional
A A A
YOGYAKARTA - Pemkot Yogyakarta serius dalam mengampanyekan bahaya rokok. Pemkot bahkan menjadikan pelajar dan pemuda sebagai sasaran tanpa rokok.

Kemarin pagi, ratusan pelajar tingkat SMA di Kota Yogyakarta mendeklarasikan pelajar tanpa rokok dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di Pendapa Balai Kota Yogyakarta. Deklarasi juga diikuti Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Kepada Dinas Pendidikan Vita Yulia. Vita Yulia mengatakan peringatan Hari Antitembakau sedunia sengaja digelar dengan melibatkan pelajar dan pemuda dari Karang Taruna.

Dari hasil penelitian diketahui Yogyakarta menempati urutan empat perokok di Tanah Air. Ironisnya lagi, perokok pemula di daerah ini berkisar antara 5–9 tahun dengan persentase mencapai 7,14%. “Jadi kami memang harus benar-benar menyasar generasi muda. Apalagi perokok pemula itu menjadi pangsa pasar produsen rokok,” ucap Vita, kemarin.

Menurut Vita, pihaknya juga sengaja menggencarkan sosialisasi tanpa rokok mengingat Kota Yogyakarta sudah memiliki Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 12/2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan begitu ia berharap bisa mengajak masyarakat baik perokok aktif maupun pasif agar mengetahui bahaya rokok.

“Di perwal memang belum ada sanksi tegas, sanksinya lebih pada sanksi sosial saja. Tapi itu masih jauh lebih baik, kita sudah punya perwal. Sebab daerah lain yang sudah punya perda saja masih belum bisa berjalan,” katanya. Sedangkan di Yogyakarta, gerakan tanpa rokok sudah aktif dan sudah banyak yang mau mendeklarasikan diri.

Hingga saat ini sudah ada 60 rukun warga (RW) yang mendeklarasikan tanpa asap rokok. Dalam Perwal No 12/2015, lanjut Vita, ada delapan kawasan tanpa rokok. Yakni sarana pelayanan kesehatan, sarana belajar mengajar formal maupun nonformal, angkutan umum, tempat penitipan anak, tempat kerja baik pemerintah swasta maupun perorangan, tepat umum, juga tempat olahraga.

Dia menambahkan, ada kearifan lokal yang disepakati bahwa tidak boleh merokok apabila ada anak, balita, ibu hamil, atau lansia. “Kami berharap kearifan lokal itu pun bisa menekan jumlah perokok pemula,” katanya.

Haryadi Suyuti mengaku prihatin karena jumlah perokok terutama dari usia 10 tahun ke atas terus meningkat. Kini jumlahnya sudah mencapai 57,7 juta orang. Karena itu ia meminta Dinas Pendidikan untuk membuat semacam pengumuman di sekolah terkait Perda KTR.

Langkah itu, kata dia, diperlukan untuk membantu mengingatkan agar generasi muda tidak mencoba menjadi perokok pemula. ”Perokok pemula kita sampaiusia 13 tahun mencapai 18,3%, 11,7% di antaranya laki-laki dan 9,5% perempuan,” katanya.

Sodik
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
20 menit yang lalu
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
2 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
13 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
13 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
13 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
14 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved