Pemburu Batu Akik Rusak Situs Purbakala Lava Bantal

Senin, 01 Juni 2015 - 07:11 WIB
Pemburu Batu Akik Rusak...
Pemburu Batu Akik Rusak Situs Purbakala Lava Bantal
A A A
SLEMAN - Banyak pemburu batu akik yang merusak Situs Purbakala Lava Bantal di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. Padahal, selain tidak bagus kualitasnya untuk dijadikan batu akik, situs tersebut merupakan bukti sejarah dan sangat berguna bagi kehidupan manusia ke depannya.

Dosen Geologi UPN Veteran Yogyakarta Bambang Prastistho mengatakan, untuk dijadikan akik, batuan Lava Bantal tidak baik.

“Mungkin ada bagian yang keras, tapi untuk akik tidak bisa. Yang lebih baik, banyak di tempat lain,” ungkap Bambang, Minggu (31/5/2015).

Menurutnya, situs tersebut adalah bukti sejarah. Terbentuknya Pulau Jawa, untuk pembelajaran secara terus-menerus.

“Jangan sampai kehilangan sejarah Bumi Mataram. Situs ini untuk pembelajaran terus-menerus,” katanya.

Diungkapkannya, Situs Lava Bantal tersebut terjadi dari erupsi sekitar 30 juta tahun silam.
“Tidak mudah menentukan tahunnya meletus, perlu sample (batu) yang masih segar. Kita bisa perkirakan itu sekitar 30 juta tahun yang lalu,” kata Bambang.

Situs ini lebih tua dibandingkan gunung api purba lain yang masih berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Langgeran, di Kabupaten Gunungkidul.

“Tidak ada hubungannya dengan (Gunung) Merapi. Lava bantal berada di dasar samudera, yang memang dulunya itu lautan. Merapi itu masa kini. Setelah lava bantal, kemudian muncul Gunung Semilir, baru Gunung Api Purba Langgeran. Jadi Langgeran itu lebih muda jauh dari lava bantal,” paparnya.

Bambang menegaskan, magma lava bantal tersebut di dalamnya membentuk gelembung-gelembung.

Juga merupakan daerah retasan, yang menjadi tempat bertumbuhnya air. “Itu menjadi tempat bertumbuhnya air, keluar sedikit-sedikit mata airnya,” tukasnya.

Dengan semakin banyak dikenal oleh masyarakat umum, dan dibuka sebagai salah satu objek wisata, dia berharap agar masyarakat setempat bisa menjaganya. Dipelihara dan meningkatkan kesejahteraan mereka. “Harus guyub, rukun. Akan sangat sayang bila tidak dijaga,” tuturnya.

Situs Lava Bantal tersebut, akhir-akhir ini memang diketahui bebatuannya diambil oleh orang tak dikenal.

Menurut salah satu anggota dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Purnomo, pihaknya sampai harus membuat papan pengumuman agar batuan lava tak dicongkeli. “Banyak diambil orang batunya,” ujar Bambang.

Menurutnya, mereka yang mengambil tersebut biasanya dilakukan pada malam hari. Mencari kelengahan warga setempat yang melakukan penjagaan.

“Warga hanya menjaga dari pagi sampai sore saja. Kalau malam sudah gelap, sulit dipantau. Kalau mengawasi 24 jam, tidak kuat. Ini sudah teejadi sejak sebulan terakhir,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sleman, Ayu Laksmi Dewi mengatakan, untuk itu lah pihaknya terus memberikan sosialisasi.

“Itu lah makanya kita lakukan sosialisasi seperti kemarin (beberapa hari lalu) kepada masyarakat setempat. Kalau memang batu lava bantal itu tidak bagus dibuat akik,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Misteri Batu Altar Stonehenge...
Misteri Batu Altar Stonehenge Seberat 6 Ton Akhirnya Terungkap
5 Batu Akik Asli Indonesia...
5 Batu Akik Asli Indonesia yang Dikenal Hingga Penjuru Dunia
Lingkaran Batu Prasejarah...
Lingkaran Batu Prasejarah Muncul di Tengah Bendungan yang Mengering
Begini Cara Ilmuwan...
Begini Cara Ilmuwan Memperkirakan Usia Benda-benda Purbakala
Puluhan Wayang dan Gong...
Puluhan Wayang dan Gong Batu dari Era Mataram Kuno Ditemukan di Jenar Sragen
Struktur Bata Merah...
Struktur Bata Merah Kuno Gegerkan di Sidoarjo, Diduga dari Zaman Kerajaan Jenggolo
Berita Terkini
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
1 jam yang lalu
Pengemudi yang Tutup...
Pengemudi yang Tutup Pelat Nomor Ditindak Pakai Hunting System
1 jam yang lalu
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
2 jam yang lalu
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
3 jam yang lalu
BNPP dan Pemkab Kepulauan...
BNPP dan Pemkab Kepulauan Meranti Percepat Pemerataan Pembangunan Kawasan Perbatasan
3 jam yang lalu
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
4 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved