Serang Kijang Merapi, Anjing Liar Ditembak Mati

Jum'at, 29 Mei 2015 - 15:20 WIB
Serang Kijang Merapi,...
Serang Kijang Merapi, Anjing Liar Ditembak Mati
A A A
SLEMAN - Seekor anjing liar yang merusak ekosistem hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) telah berhasil dieksekusi mati di kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman. Serangan terhadap satwa dilindungi, Kijang, saat ini sudah bisa ditekan.

"Satu ekor yang berhasil kami tembak dengan memakai senapan pegas dan sudah mati," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) TNGM Tri Atmojo, Jumat (28/5).

Eksekusi mati terhadap anjing liar tersebut terpaksa dilakukan, karena merusak ekosistem. Anjing tersebut yang telah menewaskan seekor Kijang pada pertengahan April silam.

"Anjing-anjing itu kan merusak ekosistem. Itu juga liar, dulunya milik penduduk tapi sudah tidak ada yang mengurusinya," katanya.

Anjing-anjing liar tersebut, terdeteksi dalam kamera trap (jebakan) yang telah dipasang di Tlogo Putri. Dari pemantauan itu diketahui juga masih ada lagi yang lain. "Ada dua anjing liar yang terdeteksi di kamera. Setelah diketahui, langsung kami cari," ujarnya.

Meski serangan terhadap satwa dilindungi yang hidup di kawasan TNGM telah menurun, namun pihaknya tetap terus melakukan operasi. Para petugas dikerahkan, agar tak terjadi lagi serangan terhadap Kijang.

"Sekarang masih terus kami patroli. Memang setelah satu ekor anjing liar itu tewas, sudah tak ada lagi serangan terhadap Kijang sampai saat ini," tuturnya.

Kekhawatiran tersebut tetap ada, karena pada musim kemarau biasanya satwa Kijang selalu turun dari hutan ke air terjun Tlogo Putri untuk mencari minum. Atas dasar itulah, patroli ini terus digiatkan bersama dengan warga dan Search and Rescue (SAR) setempat.

Kepala Resort Pakem dan Turi TNGM Teguh Wardoyo menambahkan, warga setempat maupun pedagang di sekitar kawasan wisata juga diharap perannya untuk melaporkan jika mengetahui berkeliaran anjing liar tersebut.

"Dengan satwa yang lebih banyak dan terus berkembang kan juga berdampak juga peningkatan kunjungan wisatanya," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Heboh Rusa Liar Turun...
Heboh Rusa Liar Turun ke Pemukiman, Tanda Gunung Merapi Bakal Erupsi? TNGM Bilang Begini
Tanda-tanda Alam Kawanan...
Tanda-tanda Alam Kawanan Monyet Mulai Turun dari Lereng Merapi
Ada Bekas Tapak Kaki...
Ada Bekas Tapak Kaki di Jalur Evakuasi Merapi, Jejak Macam Tutul?
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi...
Gunung Semeru Erupsi Setinggi 1,4 Km, PVMBG: Waspada Awan Panas dan Guguran Lava
41 menit yang lalu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
9 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
9 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
10 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
11 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
12 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Buster GBU-57,...
6 Fakta Buster GBU-57, Bom Bunker AS yang Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved