Jumlah Korban Keracunan Massal di Garut Bertambah

Jum'at, 29 Mei 2015 - 11:23 WIB
Jumlah Korban Keracunan...
Jumlah Korban Keracunan Massal di Garut Bertambah
A A A
GARUT - Jumlah korban yang mengalami gejala keracunan seusai menyantap makanan dari acara syukuran ulang tahun anak di Garut, Jawa Barat, mencapai 94 orang.

"Semuanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Tinggal menjalani rawat jalan saja," kata Kepala Seksi Pengendalian Kesehatan Lingkungan Tempat Umum dan Pengolahan Makanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, Zakaria, Jumat (29/5/2015).

Para korban menjalani perawatan intensif di tiga tempat berbeda, yaitu Puskesmas Gadog Kecamatan Pasirwangi, Klinik Cisanca, dan Puskesmas Tarogong.

Pagi tadi, Dinkes Garut telah mengirim sampel makanan dan muntahan korban ke laboratorium Provinsi Jawa Barat, untuk mengecek kandungan bakteri dalam makanan yang dikonsumsi. Zakaria menyebut para korban telah mengonsumsi nasi dus dalam syukuran ulang tahun tersebut.

"Para korban makan nasi dus. Di dalamnya ada nasi kuning, telur yang disemur, kerupuk, dan lainnya. Semua sampel ini sudah dikirim ke lab provinsi barusan untuk diketahui bakterinya," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejadian keracunan massal disebabkan oleh tidak higienisnya makanan yang dikonsumsi. Hal tersebut merupakan akibat dari buruknya sanitasi peralatan memasak dan dapur.

"Biasanya akibat tidak bersih. Makanan jadi terkontaminasi sejumlah bakteri. Ada banyak bakteri yang masuk ke makanan. Kalau melihat pengalaman sebelum-sebelumnya, bakteri itu terdiri dari salmonela, ecoli, dan lainnya. Makanya kita kirim ke lab agar dianalisa," jelasnya.

Acara syukuran ulang tahun anak itu dilaksanakan pada Kamis, 28 Mei 2015 siang di Kampung Bojong Jaya RT02/01, Desa Pasirkiamis, KecamatanPasirwangi, Garut. Gejala keracunan mulai dialami para korban sekira pukul 16.30 WIB.

Para korban kemudian dilarikan ke sejumlah instalasi medis pada Kamis malam. Rata-rata mereka mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan.

"Anak saya bernama Putri (7) mulai mengalami mual dan muntah-muntah pada pukul 16.30 WIB. Ternyata bukan hanya anak saya, anak orang lain berikut anak yang ulang tahun juga mual-mual dan muntah-muntah. Gejala ini dialami setelah memakan nasi kuning dan telur," tutur ibu korban, Nur (26), warga Kampung Bojong Jaya RT 02/01.

Baca juga: Santap Hidangan Ulang Tahun, Puluhan Anak di Garut Keracunan.
(zik)
Berita Terkait
SPPG Wajib Kantongi...
SPPG Wajib Kantongi Sertifikat Higienis Usai Kasus Keracunan MBG
Santap Nasi Kotak Saat...
Santap Nasi Kotak Saat Acara Tausiah, 90 Orang Masuk Rumah Sakit dan 1 Tewas
83 Warga Keracunan Usai...
83 Warga Keracunan Usai Hadiri Hajatan di Sukabumi
1 Tewas dan Belasan...
1 Tewas dan Belasan Lainnya Dirawat di Puskesmas Akibat Keracunan Makanan di Ciamis
Puluhan Warga Gunungkidul...
Puluhan Warga Gunungkidul Keracunan Makanan, 1 Meninggal Dunia
43 Santri di Gunung...
43 Santri di Gunung Putri Diduga Keracunan Nasi Kotak
Berita Terkini
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
23 menit yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
51 menit yang lalu
Dilaporkan ke Kemenhaj...
Dilaporkan ke Kemenhaj Sulsel, JFT Siap Memberikan Keterangan dan Langkah Hukum
1 jam yang lalu
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
3 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
5 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved