Operasi Pasar Elpiji Minim Sosialisasi

Kamis, 28 Mei 2015 - 10:42 WIB
Operasi Pasar Elpiji...
Operasi Pasar Elpiji Minim Sosialisasi
A A A
SLEMAN - Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Yogyakarta selama tiga hari, mengadakan operasi pasar (OP) elpiji 3 kg di seluruh Kecamatan Sleman mulai Rabu–Jumat (27–29).

OP ini digelar untuk mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg, sekaligus menstabilkan harga. Dalam OP itu, harga elpiji ukuran 3 kg dibanderol Rp15.500 per tabung. Namun sayangnya OP tersebut minim sosialisasi, sehingga banyak warga yang tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu jika ada operasi pasar elpiji hari ini,” kata warga Ngaglik, Wahyu, 38, kemarin.

Ketua Hiswana Migas Yogyakarta Siswanto mengaku, untuk pemberitahuan kegiatan tersebut mendadak. Yaitu baru Selasa (26/5) malam. Meski begitu, tetap berharap OP ini sampai pada sasaran. Terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Karena itu, syarat untuk pengambilan dan kuotanya diperketat.

“Untuk pengambilan harus menunjukkan KTP asli warga setempat dan dibatasi hanya dua tabung,” kata Siswanto. Siswanto menjelaskan untuk OP elpijis di Sleman sendiri dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama, Rabu (27/5) meliputi Kecamatan Ngaglik, Turi, Godean, Cangkringan, Ngemplak, dan Tempel.

Tahap kedua Kamis (28/5) di Kecamatan Sleman, Minggir, Mlati, Depok, Seyegan, dan Kalasan. Untuk tahap ketiga, Jumat (29/5), di Kecamatan Prambanan, Berbah, Gampinh, Pakem, dan Moyudan. “Dalam OP ini tiap-tiap kecamatan mendapatkan jatah 560 tabung,” paparnya.

Disinggung adanya oknum yang memanfaatkan OP tersebut untuk kepentingan pribadi. Menurut Siswanto hal tersebut bisa saja terjadi. Namun yang jelas OP ini diharapkan bisa meredam gejolak harga dan kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.

Sebab untuk elpiji 3 kg sebenarnya di DIY tidak ada kelangkaan dan cukup. Hanya karena diduga ada permainan di tingkat pengecer, sehingga elpiji seolah-olah langka dan harganya melambung. “Kami jamin untuk stok elpiji 3 kg di DIY aman tidak ada masalah,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Sleman Yani Faturrahman mengatakan, sangat mendukung dengan langkah Pertamina dan Hiswana Migas itu. Meski begitu, untuk meminimalisasi penyalahgunaan, tetap harus ada pengawasan dari semua pihak. Sehingga OP tabung elpiji 3 kg itu tetap sasaran.

Priyo setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
16 menit yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
2 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
3 jam yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
5 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
15 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
17 jam yang lalu
Infografis
Pakistan Balas Serangan...
Pakistan Balas Serangan India, Luncurkan Operasi Bunyan Marsoos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved