Pemerintahan Cirebon Terganggu

Rabu, 20 Mei 2015 - 09:39 WIB
Pemerintahan Cirebon...
Pemerintahan Cirebon Terganggu
A A A
CIREBON - Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra mengklaim penahanan Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasiya Soemadi oleh Kejagung mengganggu jalannya roda pemerintahan.

Akibat Tasiya ditahan, Sunjaya terpaksa menjalankan roda pemerintahan sendirian. Untuk menjalankan pemerintahan, Sunjaya berencana meng optimalkan tenaga yang ada, baik sekretaris daerah, asisten daerah, hingga kepala dinas. Terkait kasus yang menimpa Tasiya, Pemkab Cirebon hanya mem beri masukan secara hukum.

“Gangguan pasti ada tapi semaksimal mungkin menggunakan tenaga yang ada untuk jalankan pemerintahan. Bantuan hukum sendiri kan sudah ada dari partai. PDI Perjuangan sudah memback-up untuk kasus ini secara nyata. Kami sendiri serahkan kepada supremasi hukum,” kata Sunjaya, kemarin. Sebagaimana diketahui, baik Sunjaya maupun Tasiya merupakan kader PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Bahkan, Tasiya pernah menjabat sebagai Ketua DPC partai berlambang banteng bermoncong putih itu. Sunjaya mengaku sempat berkomunikasi dengan Tasiya dan mengetahui yang bersangkutan tengah menuju Jakarta pada Senin (18/5). Dia menyangka, kepergian Tasiya saat itu untuk memenuhi panggilan ketiga Kejagung untuk menjalani pemeriksaan sebagai salah satu ter sangka kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2009-2012.

Dia mengaku, kerap memberi masukan kepada Tasiya untuk memenuhi setiap panggilan Kejagung. Karena itulah Sun jaya melaporkan kepergian Tasiya keJakarta tersebut kepada kejaksaan. Apa lagi, jika tak hadir pada panggilan terakhir itu, Tasiya akan dijemput paksa sesuai ketentuan.

“Makanya saya kaget ketika dapat in formasi Pak Wabup ditahan. Saya kira dia ke Jakarta untuk pergi ke Kejagung memenuhi panggilan,” ujar Bupati. Menurut Sunjaya, penahanan Tasiya sebagai sesuatu yang tak berlebihan karena sesuai ketentuan yang berlaku. Karenanya, dia menyayangkan sikap Tasiya yang tak mengindahkan saran maupun panggilan Kejagung tersebut.

Meski begitu, dalam waktu dekat Sunjaya akan mengunjungi Tasiya untuk memberi dukungan moril atas kasus dan situasi yang dihadapinya kini. “Beliau (Tasiya) sudah saya beri ma sukan, tapi kan semua tergantung pribadi masing-masing. Insya Allah, dalam waktu tak lama, kami akan jenguk dia,” tutur Sunjaya.

Sementara itu, PDI Perjuangan belum berencana menyiapkan pengganti Tasiya sebagai wabup. Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar yang juga Wakil Ketua Komisi 1 DPR Tu bagus (TB) Hasanudin pun mengklaim, penahanan Tasiya tak banyak memiliki pengaruh politis, khususnya di Kabu pa ten Cirebon. “Perkiraan saya tak akan banyak (mempengaruhi suara PDI Perjuangan) karena Tasiya bukan lagi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Tapi ini akan menjadi pelajaran bagi semuanya,” kata TB kepada KORAN SINDO melalui sambungan telefon, kemarin. PDI Perjuangan, ujar dia, menghormati proses hukum yang berlaku dan meyakini Kejaksaan Agung tak masuk ranah ‘bermain’ politik. Dia pun meminta para pendukung Tasiya tak khawatir dan tetap menjaga kondusivitas Kabupaten Cirebon.

Seperti diberitakan, Wabup Cirebon Tasiya Soemadi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penggunaan APBD Kabupaten Cirebon tahun 2009-2012, khususnya dana belanja hibah dan bantuan sosial (bansos) pada Senin (18/5) malam. Langkah penahanan dilakukan setelah beberapa jam setelah Tasiya dijemput paksa tim Kejagung dari Rusun Muara Baru, Pluit, Jakarta Utara sekitar pukul 16.15 WIB.

Tasiya dijemput paksa karena mangkir dari panggilan ketiga sebagai tersangka kasus korupsi dana bansos dengan nilai total kerugian sekitar Rp1,8 miliar. Atas kasus ini, Kejagung sendiri telah menggeledah sejumlah tempat, termasuk rumah dinas maupun pribadi Tasiya dan menyita sejumlah dokumen, perhiasan, hingga rumah yang dimiliki tersangka. Selanjutnya, dia harus mendekam dalam rutan selama 20 hari kedepan.

Erika lia
(bbg)
Berita Terkait
Ridwan Kamil, Gubernur...
Ridwan Kamil, Gubernur yang Inspiratif
Upaya Pelestarian Batik...
Upaya Pelestarian Batik Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat...
Gubernur Jawa Barat Tandatangani Kerja Sama Banjir dan Longsor
PR Besar, Ribuan Kilometer...
PR Besar, Ribuan Kilometer Jalan di Jabar Minim Fasilitas Lalu Lintas
Gubernur Jabar Serahkan...
Gubernur Jabar Serahkan Bantuan kepada Mahasiswa Papua
Investasi di Jabar Tertinggi,...
Investasi di Jabar Tertinggi, Kang Emil Kalahkan Anies, Khofifah, dan Ganjar
Berita Terkini
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
44 menit yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
2 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
5 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
9 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
9 jam yang lalu
Infografis
Israel Caplok Banyak...
Israel Caplok Banyak Wilayah Suriah Saat Kekosongan Pemerintahan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved