Kenaikan Harga Cabai Gairahkan Petani

Selasa, 19 Mei 2015 - 10:46 WIB
Kenaikan Harga Cabai...
Kenaikan Harga Cabai Gairahkan Petani
A A A
TAMPAHAN - Petani di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) semakin bergairah bertani menyusul kenaikan harga cabai dari Rp15.000 per kilogram (kg) menjadi Rp25.000 pada awal Mei 2015.

“Bahkan, saat ini harganya sudah mencapai Rp35.000 per kg,” kata Manogari Simanjuntak, 45, petani di Kecamatan Tampahan, Senin (18/5). Menurut dia, kenaikan harga cabai secara drastis dalam sebulan terakhir itu membuat petani di Toba Samosir semakin bergairah dalam bercocok tanam.

Sebab hasil penjualan cabai yang diperoleh petani mampu menutupi biaya produksi dengan keuntungan lumayan. Kecenderungan kenaikan harga cabai tersebut akan meningkatkan daya beli masyarakat petani dalam memenuhi berbagai sarana produksi, seperti pupuk dan pestisida yang diperlukan untuk meningkatkan produksi.

Petani dari Desa Aekraja, Kecamatan Tampahan, itu menyebutkan, salah satu hal bisa menggairahkan petani adalah harga. Jika harga jual di pasaran bagus, petani tentu semakin tertarik menanam. Saat ini petani di Toba Samosir semakin banyak yang beralih membudidayakan tanaman hortikultura jika dibandingkan dengan tanaman padi, karena harga jual komoditas itu dianggap lebih menguntungkan dengan perawatan tanaman tergolong lebih mudah dan ringan.

“Makin banyak petani di daerah ini yang membudidayakan komoditas hortikultura,” kata Manogari. Petani lainnya, Tonggo Siahaan mengatakan, kenaikan harga cabai itu membawa angin segar yang menggembirakan bagi para petani sehingga meningkatkan gairah mereka mengembangkan budi daya tanaman itu.

Dalam dua pekan terakhir ini harga cabai di daerah yang terletak di pinggir Danau Toba itu mengalami kenaikan hingga Rp20.000 per kg sehingga petani merasa senang. “Pemerintah perlu melakukan upaya agar harga komoditas pertanian tetap dipertahankan sehingga petani memperoleh keuntungan,” katanya.

Data dari Dinas Pertanian Tobasa mencatat luas panen cabai di kabupaten itu mencapai 152 hektare (ha) dengan produksi 1.401 ton per tahun. Sentra produksi cabai di Kecamatan Tampahan, Laguboti, Silaen, Lumbanjulu, dan Habinsaran.

Ant
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
1 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved