Belum Diumumkan, Siswa Sudah Konvoi

Sabtu, 16 Mei 2015 - 09:53 WIB
Belum Diumumkan, Siswa...
Belum Diumumkan, Siswa Sudah Konvoi
A A A
SUKOHARJO - Pengumuman kelulusan siswa SMA baru dilakukan pukul 16.00 WIB. Namun, sejak pagi siswa kelas XII sudah terlihat mendatangi sekolah masing-masing. Siswa bahkan sudah mencoratcoret seragam dan melakukan konvoi keliling.

Dari pantauan di lapangan, para siswa yang didominasi siswa laki-laki sudah berkumpul di luar sekolah masing-masing. Seperti yang terlihat di SMK Bina Patria 1, para siswa terlihat berkumpul di timur sekolah dipinggir jalan raya. Seragam para siswa tersebut juga sudah penuh dengan coretan. Coretan diseragam terlihat menggunakan cat pilok maupun spidol. Siswa tersebut terlihat bergantian mencoret seragam.

Ada yang membubuhkan tanda tangan, nama siswa yang melakukan coretan, hingga membuat gambar-gambar ter-tentu. Salah satu siswa bernama Rifki mengaku, dia dan teman-temannya optimistis lulus se-hingga melakukan aksi corat-coret seragam. “Kalau pe-ngumuman kelulusan baru pukul 16.00 WIB sore nanti (sore kemarin),” ujarnya. Aksi serupa juga terlihat di sejumlah sekolah lain.

Di kawasan SMK Muhammadiyah 1, misalnya, sejumlah siswa terlihat sudah mencorat-coret baju seragam di luar kompleks sekolah. Kawasan alun-alun juga tak luput menjadi lokasi nongkrong para siswa dari sejumlah sekolah. Baju seragam mereka rata-rata sudah penuh dengan corat-coretan. Menjelang siang, konvoi pun sudah mulai terdengar dari suara knalpot motor yang memekakkan telinga.

Suara knalpot menjadi keras karena knalpotnya sudah diblong. Aksi konvoi tersebut terbagi dalam kelompok- kelompok kecil dari masing-masing sekolah. Kabid SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo Dwi Atmojo Heri menyampaikan, seluruh siswa SMA kelas XII berhasil lulus 100% tahun ini. Hal itu sesuai target Disdik, yang mengharapkan semua siswa lulus 100%.

“Keberhasilan ini cukup membanggakan dan disyukuri. Semua siswa berhasil lulus karena hasil ujian nasional (UN) tidak lagi jadi penentu kelulusan,” ungkapnya. Sesuai data yang ada, UN tingkat SMA tahun ini diikuti oleh 10.219 siswa, baik siswa SMA, MA, maupun SMK. Untuk siswa SMA diikuti sebanyak 3.509 siswa, MA 542 siswa, dan SMK 6.168 siswa.

Menurut Heri, kelulusan siswa ditentukan oleh akumulasi nilai ujian sekolah dan UN. Agar siswa bisa lulus, hasil ujian sekolah dan UN harus bagus. Berhasilnya seluruh siswa lulus tahun ini diharapkan Heri merupakan cerminan sesungguhnya. Dengan kata lain, kelulusan siswa bukan karena hasil kecurangan. “Sejak awal Disdik sudah menekankan kepada sekolah untuk mengutamakan kejujuran selama UN,” tandasnya.

Sumarno
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
2 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
3 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
4 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
4 jam yang lalu
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Polda Metro: Tak Serta Merta Penyidikan Jadi Tidak Sah
5 jam yang lalu
Bea Cukai Priok Musnahkan...
Bea Cukai Priok Musnahkan BDN dan BTD, Selesaikan Masalah Kontainer Longstay
5 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved