Tingalan Jumenengan Ndalem Digelar Dua Kali

Jum'at, 15 Mei 2015 - 09:23 WIB
Tingalan Jumenengan...
Tingalan Jumenengan Ndalem Digelar Dua Kali
A A A
SOLO - Kisruh internal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) kembali mengemuka saat upacara adat Tingalan Jumenengan Ndalem (peringatan raja bertahta) Paku Buwono (PB) XIII, kemarin siang.

Dua upacara yang sama digelar di dalam lingkungan keraton dengan menempati lokasi berbeda. Dewan Adat menggelar upacara di Pendopo Sasono Sewoko Raja Keraton Solo. Sampeyan Ingkang Sunuwun Kanjeng Susuhunan (SISKS) PB XIII Hangabehi tidak hadir dalam prosesi.

Lokasi upacara ini merupakan tempat khusus yang hanya diperuntukkan saat peringatan raja bertakhta. Karena PB XIII Hangabehi tidak hadir, upacara adat dipimpin Plt Raja Keraton Solo Kanjeng Gusti Pengeran Haryo (KGPH) Puger. Sementara dampar atau kursi singgasana tidak dikeluarkan karena raja tidak hadir.

“Kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Raja hadir atau tidak, acara tetap akan digelar karena sifatnya wilujengan,” kata Kanjeng Pangeran Haryo ((KPH) Satriyo Hadinagoro, salah satu kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, kemarin.

Tingalan Jumenengan yang digelar Dewan Adat sudah tiga kali tidak dihadiri raja. Sementara acara yang digelar kali ini merupakan Tingalan Jumenengan ke-11. Prosesi yang digelar Dewan Adat dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah diawali dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan digelarnya tari Bedhaya Ketawang . Prosesi tarian berlangsung sekitar 90 menit.

Tarian Bedhaya Ketawang dibawakan sembilan penari, sejatinya memiliki hubungan erat dengan filosofi tuntunan kehidupan manusia dari lahir sampai kembali ke alam kelanggengan (akhirat), sehingga tarian itu merupakan poin daripada Tingalan Jumenengan. Dengan demikian manusia diingatkan agar selalu ingat tiga hal, yakni lahir, layon , dan layat.

Pada bagian lain, Raja SISKS PB XIII Hangabehi menurut informasi menggelar prosesi sendiri dalam upacara adat Tingalan Jumenengan Ndalem. Prosesi digelar secara tertutup di Sasana Nalendra Karaton Surakarta. Lokasi itu merupakan kompleks tempat tinggal raja yang berada di sebelah barat Pendopo Sasono Sewoko, tempat Dewan Adat menggelar acara serupa pada waktu hampir bersamaan.

Prosesi digelar tertutup dan wartawan diminta keluar. Namun, prosesi tanpa ada tarian Bedhaya Ketawang. “Tingalan Jumenengan dihadiri ratusan abdi dalem,” kata Penasihat Hukum SISKS BP XIII Ferry Firman Nur Wahyu. SISKS PB XIII menyelenggarakan Tingalan Jumenengan sendiri dan memutuskan tidak hadir dalam upacara yang digelar Dewan Adat Keraton.

Karena itu, dirinya tidak tahu kenapa Dewan Adat bersikeras menggelar Tingalan Jumenengan meski mereka sudah tahu raja tidak akan hadir. Sementara prosesi acara digelar sekitar pukul 10.30 WIB. Kisruh di dalam tubuh Keraton Solo terjadi setelah ada rekonsiliasi antara PB XIII Hangabehi dengan KGPH PA Tedjo Wulan tahun 2012 lalu.

Rekonsiliasi berlangsung setelah sebelum terjadi konflik yang memunculkan raja kembar antara Hangabehi dengan Tedjo Wulan. Namun pascarekonsiliasi, kembali muncul pro dan kontra karena Tedjo Wulan diangkat sebagai mahapatih dan Hangabehi sebagai raja.

Ary wahyu wibowo
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
4 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
5 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
6 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
6 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
6 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
6 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved