Proyek UPTD Puskesmas Disoal

Kamis, 14 Mei 2015 - 09:05 WIB
Proyek UPTD Puskesmas...
Proyek UPTD Puskesmas Disoal
A A A
BATURAJA - DPRD OKU mempersoalkan pembangunan UPTD Puskesmas Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur. Karena progres dari proyek yang menelan anggaran hingga Rp900 juta dari APBD 2014 itu, baru mencapai 30%.

Padahal dari tender pada pihak ke tiga, waktu pembangunannya ha nya 76 hari masa kerja. Ketua Ko misi III DPRD OKU Zaplin Ifani terkejut, dengan pemberitaan masalah pembangunan UPTD Puskesmas yang mandek.

Mengingat penganggaran untuk proyek tersebut bukanlah tahun jamak. “Kami sudah mendengar informasi ini. Tentu sebagai mitra ker ja, kamiakanmengkroscekdan mengonfirmasikan hal ini ke Dinkes OKU,” ungkapnya, kemarin. Menurut Zaplin, pihaknya juga harus tahu permasalahan di lapangan, agar pembangunan yang semestinya untuk menyentuh pelayanan masyarakat tidak terbengkalai. Apalagi, semua yang te rkait dengan mekanisme pengelolaan uang anggaran, tidak bisa main-main.

Semua harus ada ke jelasan. “Kejelasan ini pula nan ti akan kita jadikan bahan untuk mendesak Dinkes agar dicarikan jalan keluar. Jangan sampai, uang daerah sudah terserap, tapi ben tuk bangunannya jauh dari harapan. Atau putus kontrak, se mua ini mesti dijelaskan,” tegasnya. Zaplin melanjutkan, jika melihat dari tahun anggaran proyeknya, semestinya pembangunan UPTD Puskesmas tersebut harus selesai pada tahun 2014. “Jangan mereka pikirakan di RA Pulangdan lain sebagainya. Lantas ba gai mana dengan bangunan yang belum bisa dimanfaatkan ini, dan terlanjur menelan anggaran,” ketusnya.

Sementara, Ketua Lembaga Swa daya Masyarakat (LSM) Mandiri, Radius Susanto menuturkan, proyek UPTD Puskesmas tersebut sepertinya terindikasi ba nyak penyimpangan. “Pembangunan itu melalui anggaran APBD induk, tapi tidak bisa selesai. Anehnya malah mau dibuat RAP lagi,” ujar dia. Radius juga mendesak DPRD OKU segera menyikapi proyek ter sebut dan memanggil pihak ter kait.

“Ini sama halnya menghambur-hamburkan uang daerah. Kalau memang dianggap vital untuk pelayanan masyarakat, hendaknya menjadi prioritas. Bukan dibiarkan terbengkalai. Sementara, uang negara sudah tersedot banyak,” tutupnya.

Ibrahim arsyad
(ars)
Berita Terkait
Perindo Sumatera Selatan...
Perindo Sumatera Selatan Bagikan KTA Berasuransi
Trunk Show di Gerbong...
Trunk Show di Gerbong LRT Sumatera Selatan
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Bupati Musi Banyuasin...
Bupati Musi Banyuasin Aktifkan Siskamling
Ulang Tahun Pertama,...
Ulang Tahun Pertama, Nama ASPENKU Diresmikan
MY Terima Audiensi PKBM...
MY Terima Audiensi PKBM Khoiruh Ummah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved