Radeng, Hidup dari Belas Kasihan Orang
Senin, 11 Mei 2015 - 22:01 WIB
Radeng, Hidup dari Belas Kasihan Orang
A
A
A
WATAMPONE - Hidup dari belas kasih tetangga, itulah gambaran kehidupan Radeng (80), warga Dusun Talabangi, Desa Padaelo, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Watampone, Sulawesi Selatan.
Tinggal di gubuk reyot dengan dinding dan atap bocor. Saat hujan, Radeng pun harus menutup dirinya dengan plastik agar tak kebasahan.
Gubuk yang dihuni pun bukan di atas lahan miliknya. Untuk makan, dia berteriak ke tetangga di samping rumahnya. Julfiandi, warga setempat mengatakan, kehidupan miris yang menimpa Radeng sudah puluhan tahun lamanya.
"Suaminya sudah lama meninggal dunia, sekitar 10 tahun yang lalu. Tua sekali. Kalau mau makan, tinggal teriak saja sama tetangga dekatnya," ujar Julfiandi.
Radeng tinggal bersama seorang cucunya, yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs). Anaknya hanya satu, namun sudah lama bekerja di Malaysia dan hingga kini tak pernah pulang.
"Warga secara swadaya membantu. Ada yang memberi uang. Ada yang memberi kayu jati, dan bahan lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, PJs Kepala Desa (Kades) Padaelo, Resmi, mengaku pihaknya sedang berusaha meminta bantuan dari pemerintah untuk Rendeng. "Yang bersangkutan belum dapat bantuan dari pemerintah daerah," ujar Resmi.
Untuk itu, dia berharap bantuan pemerintah dan uluran tangan dari seorang dermawan.
Tinggal di gubuk reyot dengan dinding dan atap bocor. Saat hujan, Radeng pun harus menutup dirinya dengan plastik agar tak kebasahan.
Gubuk yang dihuni pun bukan di atas lahan miliknya. Untuk makan, dia berteriak ke tetangga di samping rumahnya. Julfiandi, warga setempat mengatakan, kehidupan miris yang menimpa Radeng sudah puluhan tahun lamanya.
"Suaminya sudah lama meninggal dunia, sekitar 10 tahun yang lalu. Tua sekali. Kalau mau makan, tinggal teriak saja sama tetangga dekatnya," ujar Julfiandi.
Radeng tinggal bersama seorang cucunya, yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs). Anaknya hanya satu, namun sudah lama bekerja di Malaysia dan hingga kini tak pernah pulang.
"Warga secara swadaya membantu. Ada yang memberi uang. Ada yang memberi kayu jati, dan bahan lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, PJs Kepala Desa (Kades) Padaelo, Resmi, mengaku pihaknya sedang berusaha meminta bantuan dari pemerintah untuk Rendeng. "Yang bersangkutan belum dapat bantuan dari pemerintah daerah," ujar Resmi.
Untuk itu, dia berharap bantuan pemerintah dan uluran tangan dari seorang dermawan.
(lis)