Prostitusi Online Marak, Ini Komentar Bupati Purwakarta

Selasa, 12 Mei 2015 - 05:01 WIB
Prostitusi Online Marak,...
Prostitusi Online Marak, Ini Komentar Bupati Purwakarta
A A A
PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyebut persoalan maraknya pekerja seks komersial (PSK) akibat dari sistem pendidikan yang salah. Apalagi, saat ini muncul tren baru, yakni prostitusi online. Perkembangan teknologi mendorong wanita mempromosikan dirinya melalui media sosial internet, baik dilakukan secara terbuka maupun tertutup.

"Masalah ini akibat produk masyarakat kontemporer yang galau. Kegalauan itu disebabkan sistem pendidikan kita yang tidak mengajarkan anak kerja keras. Sistem pendidikan kita hanya mengajarkan mengasah otak dan intelektualitasnya, sedangkan proses sebuah hidup yang sebenarnya tidak diajarkan," kata bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi ini, Senin (11/5/2015).

Sistem yang salah, menurutnya, memunculkan budaya instan. Hal ini sangat berkaitan dengan gaya hidup hedonis, terutama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Dedi menyebutkan, dua kelas masyarakat yang dihasilkan akibat sistem pendidikan yang salah adalah masyarakat menengah yang galau dan masyarakat kelas bawah yang galau.

"Masyarakat menengah yang galau, mereka berkecukupan, anaknya tidak dilatih kerja keras. Akibatnya, anaknya memiliki segalanya, tapi mereka tidak punya watak kebahagiaan yang diraih dirinya, sehingga memicu dia datang ke tempat hiburan. Semakin tinggi kelasnya, semakin tinggi frustrasi dia. Larinya mencari kepuasan, dengan bergaul bebas, karena mereka bingung uangnya harus diapain," papar Dedi.

Masyakat kelas bawah yang galau, lanjut dia, ingin hidup seperti masyarakat menengah, misal ingin memiliki mobil mewah, uang yang banyak, pakaian mahal, dan berbagai fasilitas lainnya. Akibatnya, orang-orang itu berupaya memenuhi keinginan tersebut dengan cara instan.

"Untuk meraih gaya hidup mewah tersebut, jika wanita mereka rela menjual diri. Ya, sebagian besar menjual diri bukan disebabkan faktor ekonomi, tapi juga karena gaya hidup," kata Dedi.

Karena itu, menurut Dedi, sistem pendidikan harus kembali pada dasarnya. Perempuan dikembalikan pada perannya yang lemah lembut. Ajarkan kembali mereka menjahit, menenun, membuat batik, memasak, atau membantu ibunya di rumah. Begitu juga laki-laki kembali pada kodratnya. Ajarkan anak laki-laki bekerja keras.

"Jika mereka tidak punya kemampuan, bahkan terlalu dimanja, saya yakin larinya akan pada hal-hal negatif. Untuk itu tak heran banyak perempuan yang tidak peduli akan harga dirinya. Mereka menjual diri untuk mendapatkan segalanya," pungkas Dedi.
(zik)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
59 menit yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
1 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
4 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
5 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
7 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved