Bus ALS, Si Penjelajah Kawasan Sumatera, Jawa hingga Denpasar Riwayatmu Kini

Selasa, 10 Desember 2019 - 15:03 WIB
Bus ALS, Si Penjelajah...
PT ALS sebagai perusahaan yang mendirikan perusahaan Bus ALS pada 1966 di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. (Foto/SINDOnews/Dok)
A A A
BUS Antar Lintas Sumatera (ALS) yang melayani trayek Sumatera hingga ke Jawa bahkan hingga Denpasar, dulu di era keemasannya adalah rajanya bus.

Tapi setelah munculnya penerbangan berbiaya murah, maka era keemasan itu mulai tergerus. Sekarang jika orang hendak pulang kampung dari Jakarta ke Medan atau daerah lainnya di Sumatera Utara, kini lebih memilih menggunakan pesawat.

Cepat, murah dan badan tidak pegal - pegal seperti naik Bus ALS.Namun ada cerita menarik saat penulis pulang kampung seorang diri dan masih masih berusia muda, 18 tahun, pada masa lalu menggunakan Bus ALS.

Membandingkan pulang kampung menggunakan Bus AL dengan pesawat pasti ada hal yang berbeda. Nah penulis pernah merasakan pulang kampung ke Pematangsiantar menggunakan bus ini dari Jakarta pada 1990 lalu.

Suasana keakraban dan ikatan persaudaraan begitu teras kental selama perjalanan. Maklum saja dalam satu bus kelas bisnis itu dan yang memakan waktu perjalanan 2 malam 3 hari itu, penumpangnya adalah orang dengan berbagai macam marga.

Kami semua satu tujuan menggunakan bus ini yakni pulang, kembali ke kampung halaman masing-masing. Selama perjalanan saling bertegur sapa, menanyakan apa marganya dan dari mana asalnya. Serta cerita-cerita lainnya yang menambah rasa persaudaraan.

Tapi itu dulu. Kini keberadaan Bus ALS sudah tergerus dengan keberadaan maskapai penerbangan berbiaya murah. Tapi bagaimana persisnya sejarah keberadaan Bus ALS hingga saat ini nasibnya?

Sebelum Indonesia merdeka, di Tapanuli Selatan telah berdiri sebuah perusahaan angkutan (bis) yang dinamai Fa. Sibualbuali (nama gunung di Sipirok).

Perusahaan bus ini didirikan secara resmi oleh Sutan Pangurabaan Pane di Sipirok pada 1 Januari 1937. Namun sebelumnya beliau adalah pengusaha hasil-hasil bumi yang handal yang tidak hanya beroperasi di Sipirok-Padangsidiompuan tetapi juga di Kotanopan atau Muara Sipongi.

Uniknya, latar belakang Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang guru dan sastrawan lokal di Tapanuli Selatan yang dikemudian hari beliau lebih dikenal sebagai ayah dari tokoh-tokoh terkenal berikut: Sanusi Pane, Armijn Pane dan Lafran Pane.

Kekhususan Bus Sibualbuali ini di masa-masa awal lahirnya bis jarak jauh (long distance bus) karena moda transportasi dari dan ke daerah Tapanuli Selatan hanya satu-satunya dengan jalan darat.

Kota Sipirok atau Padangsidimpuan yang berada di pedalaman Sumatera Utara yang jaraknya sangat jauh dengan kota-kota besar seperti Medan, Padang dan Pekanbaru (rata-rata 12 jam pada masa kini). Berbeda dengan di daerah lain yang moda trasportasinya sudah jauh berkembang apalagi pada moda transportasi laut dan kereta api.

Hasil bumi yang melimpah di masa lalu (utamanya kopi) menjadi pemicu dan yang menjadi sumber biaya pendirian usaha-usaha jasa angkutan bis di Tapanuli Selatan. Disamping itu, masyarakat Tapanuli Selatan yang sudah lama mengecap pendidikan menumbuhkan minat para warga untuk mengarungi daerah-daerah lain yang lebih jauh. Maka muncullah Bus Sibualbuali.

Sukses armada Bus Sibualbuali setelah merdeka di seputar Sumatera Utara, Sibualbuali memperpanjang trayek menuju Air Bangis, Bukit Tinggi dan Padang. Kemudian disusul dengan trayek untuk Muara Bungo, Sungai Penuh dan Jambi yang selanjutnya hingga ke Palembang.

Inilah salah satu bentuk adventure bis Sibualbuali di pedalaman Pulau Sumatera.yang mampu ‘menerabas’ jalan-jalan perintis yang sempit, berbatu, berlumpur dan jurang yang dalam di sisi-sisi jalan.

Sukses Sibualbuali akhirnya sampai ke Tanjung Karang/Pelabuhan Panjang yang menobatkan dirinya sebagai pionir bis jarak jauh yang mampu mengarungi jalan-jalan di Sumatera dengan medan yang masih penuh hutan belantara.

Cerita sukses Bus Sibualbuali memberi inspirasi perusahaan lainnya mengikuti sukses itu. Maka lahirah PT. ALS yang didirikan di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 1966.

Armada bis ALS pada awalnya mengambil trayek gemuk Muara Sipongi/Kotanopan tujuan Medan yang jauh sebelumnya menjadi trayek perluasan Sibualbuali. Dalam perkembangannya, ALS semakin maju pesat dan sukses ALS seakan menggantikan sukses Sibualbuali sebelumnya.

ALS pun memindahkan markasnya dari Kotanopan ke Medan dengan trayek utama Medan-Kotanopan dengan visi misi memperluas jangkauan yang sesuai dengan namanya antar lintas Sumatera.

Strategi bisnis ALS ini tampaknya berhasil. ALS berkembang secara geometris sementara Sibualbuali hanya tumbuh secara aritmetika. ALS pada awalnya mengikuti jalur tradisional Sibualbuali tetapi juga membuka jalur ke semua arah termasuk ke Banda Aceh, Pekan Baru dan Bengkulu. Bahkan hingga ke Jawa dan Denpasar, Bali

Otomatis ALS telah mencapai semua sudut-sudut tujuan akhir perjalanan bis di Sumatera. bahkan ALS semakin menggila dan mampu menembus batas Sumatra hingga ke Jakarta dan bahkan Surabaya dan Denpasar (Bali).

Tapi kini setelah banyaknya maskapai penerbangan berbiaya murah, mulailah Bus ALS sedikit demi mulai ditinggalkan. Bahkan kabar yang beredar bus tujuan Jakarta dari Medan kini hanya banyak mengangkut kiriman barang ekspedisi saja ketimbang membawa penumpang.
(vhs)
Berita Terkait
Satu Orang Meninggal,...
Satu Orang Meninggal, Bus ALS Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 4 Meter di Tapsel
Korban Bus Masuk Jurang...
Korban Bus Masuk Jurang akan Dirujuk ke Tangerang Selatan
Minibus Bawa Rombongan...
Minibus Bawa Rombongan Wisata Masuk Jurang, 1 Tewas Belasan Luka Parah
Cerita Anak Korban Bus...
Cerita Anak Korban Bus Masuk Jurang di Tegal: Bapak Meninggal, Ibu Sudah Sadar
Bus AKDP Nyungsep ke...
Bus AKDP Nyungsep ke Jurang 10 Meter di Solok, Korban Jiwa Masih Belum Diketahui
Kesaksian Korban Selamat...
Kesaksian Korban Selamat Bus Masuk Jurang di Tegal: Lagi Tidur pas Bangun Sudah Terbalik di Kali
Berita Terkini
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
4 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
5 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
6 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
6 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
8 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
8 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved