Lomba F1 Bakal Digelar di Eropa Tanpa Penonton

Kamis, 09 April 2020 - 12:31 WIB
Lomba F1 Bakal Digelar...
Lomba balap F1 kemungkinan akan digelar di Eropa tanpa penonton. Foto : Crash
A A A
Formula One mengatakan musim 2020 kemungkinan akan dimulai secara tertutup di Eropa. Itu opsi terakhir setelah sembilan seri dibatalkan di tengah pandemi virus corona.

Grand Prix Kanada menjadi seri terakhir yang terpengaruh oleh krisis dan telah dibatalkan pada Rabu (8/4) kemarin. Itu menjadi seri kesembilan di musim 2020 lomba balap mobil Formula 1 yang dibatalkan.

Pembalap F1, FIA, dan tim melakukan kontak rutin untuk membahas kapan, di mana dan bagaimana musim 2020 dapat dimulai dan Brawn mengatakan keinginannya adalah untuk mendapatkan balapan secepat mungkin. "Perjalanan untuk tim dan perjalanan untuk semua orang yang terlibat akan menjadi salah satu masalah besar," kata Driektur Pelaksana Formula One Ross Brawn kepada Sky Sports, Kamis (9/4),

"Anda bisa berdebat begitu kita sampai di sana kita bisa menjadi cukup mandiri. Pandangan kami mungkin merupakan awal Eropa akan menguntungkan dan itu bahkan bisa menjadi acara tertutup (tanpa penonton). Kami bisa memiliki lingkungan yang sangat tertutup. Kami memastikan semua orang di test dan dibersihkan. Kami tak ingin semuanya yang terlibat mengambil risiko."

Dengan kondisi yang terjadi sekarang ini Brawn mengatakan akan sangat masuk akal jika bisa menggelar 18 seri. Namun ia tak memaksakan setelaj Kanada dibatalkan dan hanya menyisakan 13 seri.

"Delapan seri adalah minimum kita bisa memiliki kejuaraan dunia, menurut Statuta FIA. Kami bisa mencapai delapan balapan dengan mulai Oktober. Jika kami dapat memulai pada awal Juli, kami bisa melakukan musim 19 seri. Itu akan sulit, tiga seri aktif, satu libur akhir pekan, tiga balapan aktif, satu libur akhir pekan."

“Kami telah melihat semua logistik dan kami pikir kami dapat mengadakan musim balapan 18-19 jika kami dapat memulai pada awal Juli. Pilihannya adalah antara dua angka itu. Kami mungkin memiliki beberapa balapan dua hari untuk memenuhi kebutuhan logistik. Sebagai contoh, China sepertinya akan menjadi balapan dua hari jika kita meneruskannya karena untuk sampai ke sana dan pergi ke acara berikutnya yang kita rencanakan, itu bisa dengan mudah menjadi balapan dua hari," pungkas Brawn.
(zys)
Berita Terkait
Formula 1 Berencana...
Formula 1 Berencana Gelar Dua Balapan Beruntun di Silverstone
Balapan Dikurangi, Leclrec...
Balapan Dikurangi, Leclrec Jaga Asa agar Bisa Juarai Formula 1
Cegah Tim Balap Bangkrut,...
Cegah Tim Balap Bangkrut, Formula 1 Disuntik Dana Rp22 Triliun
Sirkuit Red Bull Ring...
Sirkuit Red Bull Ring Akan Jadi Ajang Pembuka Seri Formula One
Rencana Menggelar Balapan...
Rencana Menggelar Balapan Perdana F1 di Austria Disambut Positif
Tak Dapat Restu Pemerintah,...
Tak Dapat Restu Pemerintah, GP Belgia Ditunda
Berita Terkini
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
31 menit yang lalu
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
1 jam yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
3 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
3 jam yang lalu
Asosiasi Kepala Desa...
Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia di NTB Dukung MBG Diperluas hingga Pelosok
3 jam yang lalu
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved